ketakutan yang menghampiriku di jumat malam kala itu. setelah menyelesaikan kelasku di unpar jalan merdeka. membuka aplikasi gojek dan memesan. aku tak dapat dapat driver. aku stress. gerbang unpar sudah ditutup, aku jalan ke arah Angela lumayan ada orang bubaran ekskul. namun kembali sepi. aku menyebrangi jalan menuju balai kota ke arah SMKN 1. rasanya sudah deg degan parah, aku takut. aku kembali memesan gojek di GPIB namun tak kunjung dapat juga. aku menangis, namun berusaha tak terlihat menangis. aku takut sekali. aku menghampiri penjual bakpao dan menanyakan apakah dia punya QR untuk ku bisa tukar ke uang cash. aku bertekad untuk menggunakan angkot walaupun itu sudah lewat dari jam 6. aku menelpon keluargaku, dan meminta mereka untuk memesankan gojek untukku. namun hasilnya nihil. aku semakin panik. lalu ibuku mengingatkanku bahwa aku mempunyai uang dari coop siang tadi. mataku penuh dengan kegembiraan, aku berjalan menuju piade dan menunggu angkot di sana. seseorang menghampiriku mengenakan baju gojek mengatakan “ mau kemana, sini saya kasih tunjuk jalannya” aku terkejut lalu membalas “HAH?!” orang itu mengulangi apa yang dia katakan tadi “mau kemana, sini saya kasih tunjuk jalannya” aku pun membalas “ ENGGA INI LAGI NUNGGU ANGKOT” aku penuh dengan ketakutan namun berusaha untuk terlihat galak. lalu ada angkot yang lewat dengan satu keluarga kecil di dalamnya dan aku langsung naik.