Sejauh saya ikuti, topik agama adalah salah satu yang paling langka di Ririungan ini. Jadi saya memberanikan diri menulis tentang ini lagi - kebetulan dapat bahan yang menarik untuk dibagikan ke sini.
Saya ingin mencatatkan apa yang saya temukan di salah satu grup WA yang saya ikuti. Pagi ini saya mendapatkan teks ini, diskusi antara Leonardo Boff dan Dalai Lama. Boff sendiri adalah seorang ahli teologi dari Brazil. Berikut konversasi antara Boff dan Dalai Lama.
AGAMA APA YANG PALING BAIK
Seorang ahli bernama Leonardo Boff bertanya pada Dalai Lama pemimpin umat Buddha dari Tibet:
"Yang Mulia, apakah agama terbaik?"
Leonardo Boff menduga bahwa Dalai Lama akan menjawab Agama Buddha dari Tibet atau agama Oriental yang lebih tua dari agama Kristen.
Ternyata sambil tersenyum, Dalai Lama menjawab:
"Agama terbaik adalah agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik."
Sambil menutupi rasa malu karena punya dugaan kurang baik tentang Dalai Lama, Leonardo Boff bertanya lagi:
"Apakah tanda agama yang membuat kita menjadi lebih baik?"
Jawaban Dalai Lama:
"Agama apapun yang bisa membuatmu
- Lebih welas asih,
- Lebih berpikiran sehat,
- Lebih objektif & adil,
- Lebih menyayangi,
- Lebih manusiawi,
- Lebih punya rasa tanggung jawab,
- Lebih ber-etika.
Agama yang punya kualitas seperti diatas adalah agama terbaik."
Leonardo Boff terdiam sejenak & terkagum-kagum atas jawaban Dalai Lama yang bijaksana & tidak dapat dibantah.
Selanjutnya, Dalai Lama berkata:
"Tidak penting bagiku kawan, Apa agamamu. Tidak peduli kamu beragama atau tidak, yang betul-betul penting bagiku adalah perilakumu didepan kawan-kawanmu, didepan keluarga, lingkungan kerja & dunia."
"Jagalah pikiranmu, karena akan menjadi perkataanmu.
Jagalah perkataanmu, karena akan menjadi perbuatanmu.
Jagalah perbuatanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Jagalah kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu.
Jagalah karaktermu, karena akan membentuk nasibmu,
Jadi sebenarnya, nasibmu berawal dari pikiranmu."
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.
Mungkin ini akibat dari mindset yang kita simpan selama ini, bahwa agama itu berbeda, agama itu sesuatu yang memisahkan kita. Banyak juga yang berpendapat, "Jangan membicarakan agama, karena agama itu masalah sensitif".
Saya punya pemikiran yang berbeda, bahwa agama itu hanya jalan, cara kita mengenal dan berinteraksi dengan Sang Pencipta. Jadi di tataran esensi, semua agama itu tujuannya sama. Hanya saja karena berbagai agama dan kepercayaan tumbuh dalam latar budaya dan situasi sejarah yang berbeda karena berakar dari berbagai karenanya cara, ritual dan kitabnya juga berbeda-beda. Sebetulnya, saat kita bisa memaknai agama sampai ke esensinya, semua agama mengajarkan hal yang sama. Sepertinya esensinya ya apa yang dituliskan oleh Dalai Lama di atas ini tadi.
Di bawah ini saya simpan sejarah perkembangan agama-agama di dunia. Supaya kita bisa lebih paham konteks globalnya - dari mana agama-agama yang sekarang ini ada dan bagaimana agama-agama ini berkembang tumbuh di berbagai penjuru dunia sejalan dengan perkembangan peradaban yang ada.
Ada beberapa tulisan tentang Dalai Lama di Ririungan ini, @rico sempat menulis tentang Dalai Lama dalam postingnya yang berjudul The Wisdom of Dalai Lama. Satu lagi adalah tulisan saya yang berjudul Pesan dari Dalai Lama.
Semoga kita semua semakin paham dan menghayati esensi kemanusiaan kita yang terdalam - lepas dari kotak-kotak yang ada
image source : https://www.sbs.com.au