Dalam berbagai kesempatan obrolan dengan orangtua tidak jarang saya berhadapan dengan berbagai sudut pandang dan persepsi orangtua terhadap berbagai situasi dan dinamika perkembangan anak-anaknya. Apalagi saat keluarga atau orangtua dihadapkan dengan situasi yang sulit dan berdampak bagi proses tumbuh kembang anak-anaknya.
Jadi orangtua di jaman sekarang ini sangat menantang. Sangat tidak mudah. Terlalu banyak hal yang mendistraksi anak-anak kita dari proses tumbuh yang semestinya, yang sesuai dengan hakikat penciptaannya. Salah satu dampak terbesar adalah perkembangan teknologi. Hal ini terjadi karena perkembangan peradaban juga semakin membuat manusia berjarak terhadap fitrah penciptaan yang ada, menjauhkan kita bahkan mendiskoneksi kita dari alam, dari elemen-elemen yang sejatinya menjadikan kita manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari makrokosmos.
Ironisnya, teknologi adalah berbagai ciptaan dan buah pemikiran manusia. Tidak semuanya buruk, tapi banyak sekali ciptaan manusia yang membawa keburukan karena satu penjelasan sederhana, diciptakan tanpa berpijak pada kesadaran. Kesadaran akan berbagai dampak yang ditimbulkan dan kesadaran akan tujuan hakiki dari tujuan mendasar kenapa sebuah karya diciptakan. Mengenai ini akan saya tuliskan di esai yang terpisah.
Kembali ke judul di atas, di tengah dinamika peradaban sekarang ini, manusia juga mudah sekali terlepas dari kesadarannya tentang hakikat penciptaan. Kenapa kita semua manusia ada - diberi eksistensi di atas muka bumi ini. Bahkan eksistensi planet bumi inipun seringkali luput kita renungkan. Sejauh ini, sejauh sains bisa mendeteksi, setidaknya di dimensi yang kurang lebih sefrekuensi dengan kita manusia, hanya planet bumi inilah yang diberi peluang untuk menyokong kehidupan. Milyaran galaksi ada di luar sana dan sampai hari ini kita belum menemukan planet lain yang sama seperti bumi - bisa menyokong kehidupan. Kehidupan kita adalah sebuah 'keajaiban', sebuah anugerah luar biasa.
Bahwa kemudian kita manusia dianugerahi kehidupan di muka bumi ini yang kemudian sebagai orangtua juga dipercaya mendapat keturunan adalah juga sebuah anugerah luar biasa. Lalu sebagai makhluk beriman tentunya tidak berlebihan untuk menyadari dan memandang anak-anak kita sebagai Titipan Tuhan. Sebuah kehormatan besar bahwa kita bisa mendampingi anak-anak kita menjadi manusia seutuhnya - sebagaimana Tuhan menghendaki anak-anak kita lahir di dunia ini. Mudah-mudahan tulisan singkat ini jadi catatan penting buat kita, jadi bahan refleksi tentang kehadiran anak-anak kita di dalam kehidupan ini, melalui kita orangtuanya. Lebih lanjut menyadarkan kita sedalam-dalamnya tentang apa yang dibutuhkan anak-anak kita di masa tumbuh kembangnya agar anak-anak kita menjadi manusia seutuhnya yang juga menyadari makna kehadiran dan eksistensinya di semesta mereka hari ini. Salam.
terima kasih kak Andy...anak adalah titipan Tuhan yang akan menjadi khalifah di bumi...semoga kita bisa menjaga titipan ini sebaik2nya dengan perasaan bahagia..