AAS776 Selaras dengan Semesta
Andy Sutioso
Wednesday March 19 2025, 12:31 PM
AAS776 Selaras dengan Semesta

Hidup itu mengalir aja... Mungkin teman-teman pernah mendengar kata-kata ini. Bagi yang pernah mendengar, mungkin bersepakat, mungkin juga ngga. Lebih jauh pernahkah teman-teman merenungkan apa makna sesungguhnya dari kalimat di atas itu. Mengalir yang seperti apa, ikut mengalir itu ikut aliran apa? Bagaimana praktiknya... Kalau iya mengalir ataupun tidak, apakah relevansinya dengan kehidupan kita? 

Memahami kalimat di atas ini - saat kita berusaha memahaminya secara utuh - kemudian memunculkan banyak pertanyaan-pertanyaan lanjutan, seperti apa yang tertulis di atas ini. Saya tuliskan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa muncul, dan bisa jadi menuntun kita kepada banyak pertanyaan baru. Tulisan ini akan berusaha menjawab tentang hal ini. Ya, saya sedang berusaha merangkaikan banyak hal, memahami sesuatu yang sepertinya sangat mendasar. 

Mari mulai dari awal mula terjadinya semesta. Miliaran tahun silam, yang konon katanya dimulai dari ledakan besar yang disebut Big Bang. Sedikit catatan, teori ini juga mulai dipertanyakan oleh para ilmuwan yang menemukan hal-hal baru. Tapi katakanlah itu benar, pertanyaan besarnya adalah bagaimana ledakan besar itu bisa kemudian menjadikan segala sesuatu yang ada saat ini, termasuk anda dan saya - hari ini di Rumah Belajar Semi Palar, dengan segala dinamika kehidupan manusia yang terjadi? Bagaimana prosesnya? Apa yang memungkinkan hal ini terjadi? 

Nalar manusia yang sederhana akhirnya tiba pada kesimpulan mengenai enerji - toh ledakan besar itu adalah sebuah ledakan enerji yang katanya sampai saat ini masih mendorong alam semesta terus mengembang. Tapi apa yang membuat ledakan enerji tersebut bisa bermanifestasi sampai mewujud kepada apa yang ada saat ini, anda dan saya - yang mungkin sedang membaca tulisan ini. Dari sinilah muncul pemikiran tentang hadirnya sebentuk kesadaran - consciousness yang mengarahkan segala sesuatu seperti apa yang terjadi saat ini. Dalam ranah keagamaan, ini yang kita percaya sebagai takdir Tuhan, Sang Maha Pencipta. 

Jadi sebetulnya alam semesta, Sang Maha Pencipta punya arah ke mana semesta ini bergulir, kemana enerji ini mengalir. Karena kita semua adalah bagian dari alam semesta yang maha besar ini, ingat konsep Makro Kosmos - Mikro Kosmos, pertanyaan-pertanyaan di atas mulai menemukan jawabannya. Sederhanya kalau ditanya, mengalir mengikuti arus apa? Ya gampang saja mengalir mengikuti ke mana enerji semesta mengalir. Di sinilah pentingnya apa yang disebut kesadaran. Kita juga percaya manusia diciptakan dengan takdirnya masing-masing, dengan membawa titipan Tuhan kepada kita masing-masing - sederhananya bakat, sifat, minat... Manusia tidak dilahirkan sebagai kertas kosong, tapi Tuhan punya rencana bagi kita masing-masing, bagi anak-anak kita. Inilah yang harus bisa kita temukan, supaya kehidupan kita semua bisa mengalir sesuai fitrah penciptaan kita masing-masing. Manusia hidup selaras, dengan tujuan penciptaannya, aligned with his / her life true purpose. Destiny atau takdir juga hadir dari asal kata destination, tujuan.

Di Semi Palar, ini dibahasakan sebagai Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Tiga ranah kesadaran yang bisa membantu manusia menemukan tujuan hidupnya. Bicara tentang mengikuti arus juga akhirnya kita perlu bicara tentang enerji. Contoh sederhana adalah saat kita sedang berada di dalam aliran sebuah sungai, saat kita berenang atau mengayuh, kita tahu bagaimana kalau kita bergerak searah dengan aliran sungai, kita akan melaju lebih cepat dengan tidak banyak menghabiskan enerji. Enerji yang kita gunakan hanya untuk memperlambat atau mengubah arah supaya perjalanan kita betul sampai ke tujuan yang semestinya. Inilah bedanya mengikuti arus dengan terbawa hanyut. Saya juga sempat menulis tentang hal ini. 

Di ilmu Fisika, kita juga belajar tentang resonansi, bahwa enerji yang selaras akan saling menguatkan, sebaliknya kalau frekuensi yang bertentangan bisa justru saling meniadakan. Secara alamiah kita juga senang saat berkumpul dengan orang-orang yang satu frekuensi. Di bawah ini saya simpan satu video youtube yang menjelaskan soal ini. Video yang memantik juga munculnya tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Photo by Fahad AlAni: https://www.pexels.com/photo/photo-of-flock-of-birds-in-the-sky-1721675/