Tidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam rangkaian momen yang terus bergantian hadir, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini (mudah-mudahan hal ini bisa disebut sebagai bagian dari dimensi kesadaran, dari hidup yang berkesadaran).
Peristiwanya begini. Seorang kakak yang belum genap bergabung - dengan santuy-nya menyapa saya, setelah berjumpa lagi paska jeda liburan Idul Fitri, "Halooo kak Andy, kita udah lama ya ga ngobrol?". Yang pertama, sapaan (ajakan) ini datang dari kakak yang baru bergabung. Biasanya perlu waktu cukup panjang bagi kakak-kakak baru untuk menghilangkan rasa sungkan / dan lebih rileks saat berinteraksi dengan saya. Apalagi semakin ke sini, semakin besar rentang usia antara kakak-kakak baru dan saya. Tapi ternyata tidak begitu bagi kakak ini. Ini sangat positif bagi saya. Koneksi, kedekatan adalah sesuatu yang penting di Semi Palar.
Kedua, dengan segera saya merasa bahwa ini bukan sekedar basa-basi. Ada sesuatu yang lebih jauh dari itu. Saya iyakan ajakan untuk bertemu di sekolah yang ternyata belum bisa segera terwujud. Setelah saya tanyakan kembali, ternyata betul, dua hari kemudian, di malam hari, muncul pesan WA dari kakak tersebut menjelaskan bahwa ada sesuatu yang sedang banyak jadi pemikiran dalam dirinya. Menariknya ini masih terkait dengan apa yang sempat kita bahas bersama di Taki-taki dan pembekalan kakak di sekitar pertengahan semester pertama. Bagi saya pesan WA itu jadi konfirmasi tentang apa yang perlu direspons - dan seperti berbagai proses sebelumnya, ini juga kesempatan besar untuk saya belajar sesuatu dari apapun yang akan bergulir.
Akhirnya, Jum'at setelah selesai agenda di sekolah, saya dan 6 orang kakak akhirnya ngariung dan membahas berbagai hal - yang menjadi pertanyaan buat kakak tersebut. Seperti biasa kakak-kakak yang hadir adalah hasil undangan berantai. Apapun itu, saya selalu memahami ini bahwa yang hadir - siapapun itu, memang jadi bagian dari proses bagi kita. Salah satu kakak menyebutnya sebagai Deep Talk. Saya sepakat dan menjadikannya tajuk catatan singkat ini.
Lalu apa yang dibicarakan? Frekuensi, enerji dan manifestasi. Hmm. Bukan obrolan recehan. Kita semua saling berbagi, saling menggenapi dan kita semua saling belajar. Ini keren.
Terkait isinya, yang kita bahas kurang lebih terrangkum dari apa yang ada di atas ini. Tentang berjarak dari pikiran, menjaga diri untuk tetap berkesadaran. Bagaimana caranya? Ikhlas dan bersyukur - seterusnya. Manifestasi adalah bukan sekedar berpikir positif seperti yang diajarkan Law of Attraction.
Manifestasi, perwujudan keinginan dan harapan kita adalah soal sadar untuk menjadi seperti apa yang kita harapkan. Syukur adalan frekuensi / vibrasi tertinggi yang bisa kita munculkan - bukan dari pikiran kita, tapi dari rasa, dari ruang batin kita. Ini kuncinya. Menjaganya konsisten dari waktu ke waktu - senantiasa bersyukur adalah kunci dari manifestasi - karena frekuensi ini yang akan dibaca oleh semesta. Dalam bahasa kesadaran, ini disebut dengan koherensi (coherence). Kalau frekuensi vibrasi ini stabil, semesta akan merespon frekuensi vibrasi diri kita... Sebaliknya kalau ini naik turun, semesta akan bingung, kita ini maunya apa... Ini juga sudah dijelaskan dengan gamblang oleh mekanika kuantum. Kita sudah belajar dari ilmu fisika tentang resonansi... Ini kuncinya.
Kunci kedua adalah kita manusia adalah manusia yang diberikan anugerah kesadaran - human being. We have the capacity to be - we can always be what we chose to be... Berkesadaran adalah pilihan manusia untuk menjadi sadar setiap saat. Akhirnya manifestasi adalah perkara being (menjadi), bukan doing, bukan sesuatu yang kita pikirkan atau kerjakan.
Di dinding tempat kita ngobrol dan ngopi, ada lambang hati yang entah disengaja atau tidak menemani obrolan kami petang - malam itu. Lambang cinta diri, cinta kehidupan, cinta semesta... Bersyukur atas segalanya, seterusnya adalah kunci... Semoga tulisan ini bermanfaat.
Saya colek teman-teman berbincang saya @matheusaribowo @diki-muhammad-noor @lulu @meilani @denaas @syahaarah Nuhuun.🙏🏼🤗🌿