Suasana Favorit saat Ekspedisi ke Kasepuhan Babakan Lama
Kalila
Tuesday November 7 2023, 10:12 AM

Terbangun karena suara ayam menjadi sebuah rutinitas dalam ekspedisi ke Kampung Babakan Lama. Melihat keluar, matahari masih belum siap bangun, tetapi mataku sudah tak lelah. Terpaksa, aku pun beranjak dari ranjang, dalam proses membangunkan Ara dan Tatha, teman sekamar ku. Kami yang sudah terlanjur sadar, memutuskan untuk melanjutkan kesadaran tersebut dan memulai hari dengan bermain uno. Rekor dengan kemenangan paling banyak melawan Ara dan Tatha dipegang olehku dengan mudah. Di dalam ombak kebahagian tersebut, aku berpikir "suasananya enak gini". Jadi aku akan menceritakan beberapa suasana favorit saat ekspedisi ke Kasepuhan Babakan Lama.

Pada hari pertama kami kebanyakan dijalan, hanya berhenti untuk pindah transportasi. Salah satu kenangan favoritku ada saat didalam mobil elf, yang membawa kami dari pelabuhan ratu sampai ke babakan lamanya. Dengan jalan yang naik turun, dan cuaca yang mendung menuju hujan, membuat suasana yang tepat untuk menenangkan diri. Pemandangan diluar jendela elf pun menyegarkan, berbeda dengan pemandangan kota yang berisik dengan warna-warni yang bercampur aduk, diluar jendela elf hanya sepotong warna pelangi yang terbebas dari kekhawatiran kota. Dengan berbagai corak hijau menutupi sebagian besar langit, dari sela-sela tersebut tembus cahaya lembut menyinari pikiran dan mengusir kecemasan, serasa meninggalkan semua itu pada masa lalu dan nikmati masa kini.

Kalo yang ini suasana ekspedisi ekspedisi favoritku secara keseluruhan, Disaat matahari bersiap tidur dengan 20 step skincarenya, kami berkumpul dirumah Kang Jedi untuk menghapus rasa bosan. Sangat menyenangkan dapat berkumpul dan berinteraksi dengan semuanya dalam satu tempat bukan karena alasan sekolah. Waktu-waktu seperti ini alasan mengapa aku sangat menyukai perjalanan dengan kelas ini.

Suasana terakhir yang akan kucerita adalah saat perjalanan pulang dari Kasepuhan Babakan Lama. Kami berhenti di Pelabuhan Ratu untuk makan siang sea food. Melihat laut sejak sekian lama sangat menyegarkan. Duduk di bebatuan menyentuh air laut ada Farzan, aku samperin untuk duduk bersama tetapi dia malah memberi tempat duduknya kepadaku dan lanjut ke bebatuan lain. Celanaku terkena air laut, basah lengket yang paling kubenci, tetapi aku tidak menghindar. Merasakan betapa kasar batu yang kududuki, empuknya pasir di bawah kakiku, lumut hijau di tanganku, dan dinginnya air laut di betisku membuatku berhenti sejenak dari pikiran dan menikmati keadaan apa adanya. 

Dan itulah suasana-suasana favorit yang ingin kusebar, sekian terima kasih.

You May Also Like