Hari ini adalah hari Thanksgiving. Hari raya yang hanya dirayakan oleh beberapa negara di dunia pada tanggal yang berbeda-beda. Ini adalah perayaan sebagai upaya bersyukur atas panen raya, itu sebetulnya awal dari perayaan ini. Saya tidak ikutan panen hahaha, juga tidak merayakan Thanksgiving. Katanya awal mulanya perayaan ini berakar dari tradisi religius dan budaya terutama diawali oleh mereka yang pada jaman dahulu berimigrasi ke Amerika Utara. Saya hanya melihat hal-hal positifnya yaitu hari berterima kasih, hari bersyukur, jadi saya akan manfaatkan untuk refleksi atas hal-hal apa saja yang saya syukuri.
Baiklah, sepertinya akhir-akhir ini cerita saya banyak yang depressing hahaha.. Jujur saja, memang begitu karena itu adalah kenyataan yang sedang saya hadapi. Kesehatan adalah salah satu hal utama yang sangat saya hargai, ketika akses untuk dapat mempertahankan kondisi itu terganggu, maka yang tersisa adalah kekhawatiran. Itu hal yang wajar, saya dapat merasakan juga bahwa Nina dan Kano tampak khawatir. Nah saat ini saya ingin sedikit melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu karena di sini masyarakat sedang merayakan Thanksgiving. Ini kesempatan saya untuk mengungkapkan hal-hal yang positif.
Jika ada yang bertanya tentang apa yang saya syukuri? Sepertinya lumayan banyak yang bisa saya ungkapkan. Yang pertama adalah kesempatan hidup itu sendiri. Ya, saya berterima kasih sudah diberi kesempatan untuk merayakan kehidupan. Ini adalah inti dari segalanya. Ketika menghadapi sebuah pengalaman dimana kita hampir kehilangan orang-orang yang kita cintai, saudara, bahkan kenalan yang sudah mendahului kita, maka kita disadarkan bahwa kesempatan untuk hidup, kesempatan untuk mengalami hidup merupakan hal yang sangat berharga melebihi apapun.
Kedua adalah tantangan. Saya berterima kasih atas segala tantangan yang sudah atau sedang dihadapi dalam hidup karena melalui tantangan seseorang menjadi tumbuh berkembang dan semakin matang. Tantangan hidup mengasah kita untuk menjadi semakin tajam, pengalaman hidup membentuk kita menjadi manusia yang lebih baik jika dengan sungguh-sungguh mengambil hikmahnya.
Ketiga, terdengar sangat klise, tapi saya berterima kasih atas segala pengalaman yang saya hadapi, baik yang menyedihkan dan juga yang membahagiakan. Tanpa hal-hal itu hidup akan menjadi begitu monoton. Kebahagiaan tidak akan berarti tanpa kesedihan dan demikian juga sebaliknya.
Keempat, saya berterima kasih atas kesempatan. Segala kesempatan yang muncul melahirkan pengalaman. Kita berada di sini, saat ini, merupakan akibat dari kesempatan yang kita ambil, akibat dari berbagai keputusan yang kita ambil ketika kesempatan-kesempatan itu muncul.
Yang terakhir, saya berterima kasih akan keberadaan teman-teman, saudara dan sahabat yang telah hadir dalam kehidupan saya. Tanpa kehadiran mereka, hidup itu tidak mempunyai arti yang dalam.
Foto credt: asparkleofgenius.com