AES 225 First Day
joefelus
Monday January 3 2022, 1:34 AM
AES 225 First Day

What Now? Ini selalu jadi pertanyaan ketika kita sudah di saaat akhir dan sudah menyelesaikan sesuatu serta akan memulai sesuatu yang baru.

Saya ingat ketika selesai sidang skripsi di jaman kuliah dulu. Duduk di angkot sambil menggenggam beberapa buku skripsi di pangkuan, masih mengenakan jas dan agak berkeringat karena angkot panas dan hampir penuh. Sesudah sekian bulan bergelut dengan menulis dan belajar untuk sidang akhir. Hari itu, di angkot, semua sudah selesai, bengong dan tidak tahu akan berbuat apa lagi sebab saya belum ada rencana apa-apa, semua terfokus pada tulisan dan sidang, maka begitu selesai saya bingung karena belum ada rencana.

Hari ini saya agak mengalami hal yang sama. Well, tidak sepenuhnya karena saya tahu minggu depan saya akan kembali ke seharian saya bekerja dan sibuk dengan hal-hal lain, tapi ini adalah awal tahun 2022, hari pertama, dan walaupun saya sudah merenung sekian lama, tetap saya dilanda "kebengongan" ketika terbangun pagi ini.

Di luar begitu sepi, walau saya tinggal ditengah-tengah daerah wisata, sepertinya para wisatawan begitu larut dalam pesta pora semalam sehingga mereka saat ini masih terlelap. Seperti pada umumnya, hari pertama di awal tahun tampaknya akan terbuang percuma, toko-toko dan perkantoran kebanyakan tutup dan rata-rata masyarakat melepas lelah masih tertidur sesudah kemarin seharian merayakan perpindahan tahun.

Semalam memang sangat ramai walau diawali dengan hujan sangat deras, Hujan sudah dimulai sejak pagi, on and off, kadang gerimis kadang deras. Pukul 11 malam hujan reda dan ribuan wisatawan membludak ke pantai karena pukul 12 akan ada kembang api yang dilakukan ditengah laut. Banyak kegilaan sudah mulai terjadi, beberapa orang sepertinya menjalankan semacam kaul, menjelang tengah malam mereka buka baju dan terjun ke laut, ada yang malah berselancar ke tengah dan menunggu kembang api di atas papan selancar mereka. Sebagian besar duduk di pasir yang agak basah karena hujan seharian, termasuk kami bertiga.

Menjelang tengah malam ada beberapa orang seenaknya berdiri di depan kami. Mereka sudah banyak terpengaruh alkohol sehingga tidak mampu berpikir normal, terpaksa saya tegur untuk pindah. Sambil meracau tidak karuan salah seorang dari mereka minta maaf walau tidak langsung pindah sambil mengulurkan tangan. Saya tolak dan dengan tegas saya katakan jangan menyentuh saya! Bukan apa-apa, saya tidak tahu dia, apakah dia sudah divaksin, apakah dia bebas virus, siapa yang tahu? Meladeni orang yang terpengaruh alkohol harus dengan ketegasan tapi tanpa sikap kasar yang menimbulkan keonaran atau membuat dia marah. Itu dulu saya pelajari ketika bekerja sebagai bartender. Dia memang pindah ke samping tapi tetap terus meracau dan temannya malah memasang lagu keras-keras merusak suasana. Ya sudah, ini tempat umum dan orang bebas melakukan apa saja.

Pantai semakin ramai menjelang tengah malam, debur ombak juga tidak kalah kerasnya. Ini pertama kali kami menghabiskan akhir tahun di Waikiki. Dulu kami menikmati kembang api dari asrama atau dari apartemen yang kebetulan memang di lantai atas dan menghadap ke kota dan pantai yang sangat strategis. Hotel kami kali ini menghadap tempat parkir!!! hahaha..

Kembang api menggelegar dari tengah laut, bagus sekali karena dibarengi dengan refleksi di air. Sayang secanggih apapun kamera, tidak mampu menangkap momen itu seperti mata kami. 10 menit tidak terasa padahal menunggunya begitu lama. Karena terlalu banyak orang, kami memutuskan segera kembali ke penginapan. Kasus omicron di Hawaii sekarang ada di posisi puncak dan orang-orang di Amerika memang banyak yang ndableg! Ngotot menuntut kebebasan mereka dihargai karena mereka anggap itu merupakan hak azasi. Memang betul kebebasan adalah hak, tapi menghargai orang lain dan juga menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain juga merupakan tanggung jawab moral, sama seperti lampu atau rambu lalu lintas, dibuat untuk keselamatan semua orang. Apakah itu melanggar kebebasan?

Sambil berjalan di atas pasir perlahan-lahan, saya mencium bau alkohol di mana-mana. Polisi sudah mulai bergerak dan menegur orang di sana sini sebab memang aturan melarang orang minum minuman beralkohol di publik. Di perempatan saya lihat seseorang jatuh dengan wajah menyentuh trotoar terlebih dahulu, dia sudah terlalu mabuk! Ya orang-orang ini begitu hebat dalam berpesta.

Di hari terakhir 2021 kami mengalami sedikit huru hara, ternyata ada kesalahan jadwal. Kano harus mulai masuk sekolah tanggal 4 yang sebelumnya kami kira baru tanggal 5. Terpaksa kami segera hubungi penerbangan untuk ganti jadwal. Untungnya sekarang semuanya serba mudah dan canggih, kami bisa ubah itu semua dengan cara online, pilih penerbangan pengganti dan mendapat nomor konfirmasi seketika. Lebih hebat lagi karena semua penerbangan sepertinya sudah sangat penuh, kami dapat upgrade ke first class hahahaha! Yang jadi masalah adalah shuttle dari hotel ke airport dan dari airport ke rumah. Menghubungi mereka pada saat tanggal merah ternyata repot juga. Saya email untuk pembatalan dan pemesanan baru.

Masih 2 hari tersisa yang akan kami manfaatkan sebaik mungkin. Kano bahkan sudah request untuk makan di salah satu tempat yang sangat dia sukai. The last ride! why not? Mumpung belum kembali sibuk menjalani rutinitas beberapa hari lagi ketika kembali ke kenyataan hahahaha

You May Also Like