AES 933 Cemas?
joefelus
Wednesday December 13 2023, 12:13 PM
AES 933 Cemas?

Akhirnya lowongan pekerjaan untuk posisi yang sempat saya tinggalkan beberapa bulan yang lalu dibuka lagi dengan nama, status serta tawaran yang berbeda. Baru saja saya memasukkan lamaran secara online. Saya merasakan sesuatu yang seru, atara cemas, deg-degan tapi juga penuh semangat. 

Kenapa cemas? Sebab saya sudah dapat bisikan bahwa ada banyak yang menginginkan posisi saya itu. Sejauh ini sudah ada 5 orang pelamar sebelum saya memasukkan lamaran saya hahaha.. Jadi saya akan bersaing dengan banyak orang. Ya tidak apa-apa. Lihat saja nanti apakah saya dapat kembali memperoleh pekerjaan lama saya. Saat ini status saya sebagai karyawan full-time tapi hanya dibayar berdasarkan banyaknya jam kerja. Nah, saya tidak keberatan sebetulnya, apalagi kemarin saya diberitahu bahwa walaupun pekerjaan saya hitungannya jam-jaman, tapi karena rata-rata saya bekerja 40 jam seminggu, maka saya tetap diberi tawaran asuransi kesehatan walau tentu saja bukan yang sebaik jika saya jadi karyawan tetap.

Saya pernah cerita beberapa kali bahwa selama hidup saya melamar pekerjaan bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena memang sudah diberi kemudahan oleh Yang Di Atas, seringkali pekerjaan datang mendekat. Kalau sudah jodoh memang tidak kemana-mana. Kebetulan saja saya berada di tempat dan waktu yang tepat. Di Fort Collins saya beberapa kali melamar, hanya dipanggil 1 kali lalu tidak ada beritanya lagi. Bekerja di kampus karena iseng melihat pengumuman di Ruang laundry hahaha.. saya kirim email langsung diwawancara dan bekerja paruh waktu, lalu diangkat jadi pegawai tetap dan kehilangan pekerjaan karena masalah perijinan. Itu 6 tahun yang lalu. 

Ketika nganggur tiba-tiba ada lowongan pekerjaan yang kemudian saya kerjakan sekarang ini. Ya, saya bilang jodoh memang tidak kemana-mana. Yang jadi pelajarn bagi saya adalah, kita harus berani membuka jalan, harus pro aktif. Itu yang saya lakukan 6 tahun lalu sehingga memperoleh kesempatan yang lebih baik. Jangan pernah malu atau takut mencoba karena risiko terburuk adalah ditolak, betul bukan? Ditolak bukan aib, tapi itu artinya kesempatan dan kecocokan belum terjadi. Satu hal yang saya tahu jika gagal adalah bahwa saya sudah mencoba. Itu jauh lebih baik daripada gagal karena tidak pernah mencoba.

Nah tahun ini terjadi mirip dengan 6 tahun lalu, saa kehilangan pekerjaan lagi-lagi karena masalah perijinan. Kali ini bukan karena lalai tapi karena perubahan rencana. Yang seharusnya saya pulang ke tanah air, ternyata harus ditunda karena masalah kesehatan. Jadi memang perijinan terlambat diurus. Ya nganggur lagi, kemudian melamar lagi hahahaha.. Tidak apa-apa, ini pengalaman seru. Lihat saja nanti hasilnya bagaimana. Jika memang berjodoh, maka tidak akan pergi kemana-mana. Jika tidak berjodoh, mungkin ada kesempatan lain yang sudah disediakan untuk saya. Cemas? Iya juga sih, sebab saya mencontai pekerjaan sekarang ini. Tapi ya sudah, semuanya diserahkan pada Penguasa Semesta.

foto credit: health.harvard.edu