Terlihat dari mimik muka dan gestur badan lah, mood itu. Kalaupun pengendalian dirinya meningkat dari sebelumnya sampai bisa mengendalikan mimik dan gestur badan dalam mengelola mood, aromanya tetap tercium.
Tak perlu sampai aroma yang tercium, mimik muka yang terlihat saja sudah cukup untuk menjadi pertimbangan besar penentuan keputusan. Apakah sang pemilik muka layak diberikan kepercayaan atau tidak.
Tak perlu sampai aroma yang tercium, gestur badan yang terasa saja sudah cukup untuk menjadi pertimbangan besar penentuan keputusan. Apakah sang pemilik badan layak diberikan kepercayaan atau tidak.
Respect is earned; Trust is given. Respek hanyalah soal mengendalikan keluaran suasana hati (mood) di muka dan di badan. Tidak terkendali bikin tidak ada respek yang tampak. Maka tidak layak diberikan kepercayaan.
Sesederhana ketika kita merasa kesal, muka menciut dan badan mengerut. Melihat yang seperti itu, percaya kah kita untuk menitipkan henpon kita kepada diri kita yang begitu?
Belum lagi kalau ditambah mengoceh. Se-rasio-nal apapun tetap saja ocehan, berisik.
Sesederhana ketika kita merasa girang, muka mengembang dan badan melayang. Melihat yang seperti itu, percaya kah kita untuk menitipkan leptop kita kepada diri kita yang begitu?
Belum lagi kalau ditambah meracau. Se-ratio-nal apapun tetap saja racauan, berisik.
Bagaimana mood diri terkeNdali, begitulah dampaknya terkeNali. Demikianlah kita sudah cukup kaya informasi untuk menetapkan pilihan. Memilih kan bukan soal mengambil, malahan adalah soal membuang-buang.