Kalau perilaku dan tindakan itu adalah refleks dari hasil pengulangan bertahun yang lalu, berarti tidak bohong lah kalau dikatakan kita ini hanya hasil bentukan lingkungan dan didikan.
Satu, yang mudah sekali bermain tangan. Tidak mampu memikirkan kondisi yang terkena tangannya. Kalaupun mampu berpikir itu, berarti tidak mampu mengendalikan refleksnya.
Dua, yang mudah sekali bermain mulut. Tidak mampu memikirkan dampak yang terkena ocehannya. Kalaupun mampu berpikir itu, berarti tidak mampu mengendalikan refleksnya.
Tiga, yang mudah sekali bermain kaki. Tidak mampu menerima tangan dan mulut dari sebelahnya, maka beranjak pergi. Kalaupun ada ketidak mampuan darinya, itu adalah ketidak mampuan untuk menyampaikan ketidak mampuan menerima dua refleks tersebut. Demikian lah refleksnya adalah pergi.
Kemudian saat refleks dan kebiasaan itu dibawa berpindah tempat, barulah disadari bahwa hal itu adalah refleks dan kebiasaan. Maka proses pembentukan pun terjadi kembali. Waktu yang akan menunjukkan hasil bentukan.