Saran tidak akan pernah tepat sasaran, karena saran bukan sasaran. Saran selalu kurang daripada sasaran. Saran seringkali lahir dari pengurangan sasaran. Yang dikurangi adalah pengalaman.
Sasaran membutuhkan pengalaman untuk mencapainya, sedangkan saran terlalu penuh dengan pemahaman. Seperti pemahaman adalah pengalaman yang digeneralisasi melalui reduksi dan simplifikasi, demikianlah saran lahir dari sasaran.
Seperti saran untuk menghadapi dengan kepala dingin melalui duduk berdiskusi, adalah reduksi dan simplifikasi dari sasaran yang mengalami bau tidak sedap bersama pandangan tidak enak dan ocehan panjang bikin pekak telinga.
Sejauh itulah perbedaan dari saran dan sasaran, sejauh mengikuti peta aplikasi berbasis satelit dengan koordinat dua dimensi. Rasanya paham dan menguasai sehingga saran sungguh indah dan mencerahkan.
Saat mengalami baru sadar, kalau sasaran punya dimensi ketiga yang namanya elevasi. Itu pun kalau memang benar turun mengalami, bukan hanya mendorong dan memotivasi untuk menjalani. Yah, saran memang tidak pernah tepat sasaran.