Sekilas tentang program self authoring Jordan B. Peterson yang saya dengar, ada tiga bagian. Pertama menuliskan masa lalu, kedua menuliskan masa kini, dan terakhir tentu saja menuliskan masa depan. Masa apa lagi yang bisa dituliskan selain tiga tadi? Masa' menuliskan masa bodo'. Yheu.. gak gitu juga!
Katanya, penulisan masa lalu adalah seputar kenangan yang paling berkesan. Kesan dalam arti yang paling berdampak kepada pembentukan karakter dan persona yang tampak saat ini. Jadi tidak sekadar terjebak pada kronologis, malahan sangat analitis menggunakan rasionalitas dan logika.
Kemudian, penulisan masa kini adalah seputar apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Nanti disambungkan dengan potensi dan kapasitas yang ditemukan dari penulisan masa lalu itu. Yang jadi catatan penting adalah konteks dari baik dan diperbaiki itu tadi, yaitu peran dan fungsi sosial dari individu.
Terakhir, penulisan masa depan adalah hasil perangkaian kapasitas dengan perbaikan itu hendak dijadikan apa. Bentuk maksimal yang terbayangkan dari transformasi individu ini di masa depan, apa? Tuliskan dengan jelas, detil, berani, dan praktikal. Gambaran itu adalah visi dan sekaligus orientasi diri.
Saya sepakat dengan perkatannya bahwa kita perlu menetapkan arah. Karena tanpa arah, kita hanya akan menembak kemana-mana. Bayangkan, menembak dengan ketapel. Sedangkan dengan adanya arah, kita memang tetap akan menembak kemana-mana pada awalnya. Di akhiran baru terasa jauh bedanya.
Bedanya, seiring dengan waktu yang memiliki orientasi akan semakin mendekati titik fokus sasarannya itu. Terlihat semakin fokus dan semakin ngajadi. Sedangkan yang tidak menetapkan orientasi dari awal, semakin meluas bahkan bisa jadi ada biji-biji peluru yang melenceng jauh ke lapangan seberang jalan.