AES416 Effort-Less-Ness
leoamurist
Thursday April 25 2024, 12:00 PM
AES416 Effort-Less-Ness

Kalau kita melakukan pelayanan dan kita menikmatinya, kita tidak sedang melayani melainkan menikmati. Egosentris tingkat awal kan soal apa yang aku dapat, tingkat menengah adalah soal apa yang aku kasih, tingkat akut adalah soal agar aku tidak merasa bersalah saja. Berarti, yang namanya pelayanan memang bukan untuk dinikmati.

Kalau gitu apa yang dinikmati? Diri sendiri. Logika effortlessness pun ada kaitannya dengan logika pelayanan tersebut. Bukan berarti tidak ada usaha dan upaya dari diri kita sendiri, melainkan seberat apa usaha dan upaya itu kita rasakan sendiri bagi diri kita sendiri. Pain is necessary, suffering is choice.

Seorang pelari berlari sambil mengeluh soal pelariannya, betapa effortful -nya dia. Seorang pe-duduk berlari sambil merasakan sakit-sakit badannya dan terus berlari semampunya, menikmati dirinya dalam pelarian sambil sesekali berjalan dan menikmati perjalanan itu. Betapa effortless-nya ia.

Ketika sampai di finish, yang terhitung bukanlah soal apa yang aku lakukan melainkan apa kah aku ini. Seorang pelari yang berlari, tidak aneh malahan bersalah lah dia kalau tidak berlari. Seorang pe-duduk yang berlari, menjadi tinggi pencapaian dan perkembangannya. Walaupun baru sampai dua hari kemudian.

Sepulang keduanya ke rumah, si pelari menggerutu soal hasil penilaian yang memberikan kemenangan kepada si pe-duduk. Menggerutu keseharusnyaan, mengungkit kebiasaan, menuntut kesama-rataan. Effortful sekali si pelari ini untuk menolak menikmati dirinya sendiri.
click this 🔐