Terlintas waktu kemarin lagi nonton talkshow soal kisah hidup dan rencana kehidupan, pas ngelihat kain dekorasi yang tergantung. Manja banget ya kainnya, tergantung amat. Presentasi tetep disimak koq, sampai terharu jadi ngemil mulu.
Kain itu memantik imaji, perbedaan antara raja dengan badut. Yang diam tenang di depan berlandaskan kemapanan kekuasaan, dengan yang dominan dinamis berisik di depan beralasan keinginan berkuasa. Eh, cemilan juga memantik imaji:
Perbedaan antara komedi intelek yang berintensi, dengan gurauan spontan semengalirnya intelejensia. Yang proporsional memoderasi, dengan yang agresif apologetik. Intelektual memang bagian tajam dari intelejensia, bisa dipakai atau tidak.