AES#007 Lima Lapis Kesadaran (3)
Murdeani
Wednesday May 14 2025, 8:15 AM
AES#007 Lima Lapis Kesadaran (3)

Kesadaran adalah sesuatu yang gak pernah mati, gak ada tombol off-nya di diri kita. Bahkan ketika kita pikir kita sedang tidak sadar, misalnya ketika tidur, pingsan, mabuk, bahkan koma, kesadaran selalu hadir. Berarti semua manusia itu sadar? Ya, hanya banyak dari kita tidak sadar bahwa dirinya sadar. Itu saja. Ada 5 lapis kesadaran sebagai posisi kesadaran kita di keseharian. Ini bisa digunakan sebagai kompas sehari-hari, sedang ada di posisi manakah kita?

1. Autopilot (Lapis Gelap): Saat kita “tertidur”

Kebanyakan manusia masih berada di kesadaran autopilot, seperti robot. Bereaksi otomatis, tanpa sadar apa yang kita rasakan atau pikirkan. Kita terseret oleh rutinitas, emosi, dan cerita di kepala. Di lapis ini, kita lupa siapa diri sejati kita, hanya mengikuti arus luar. Kita biasanya terombang-ambing dalam rollercoaster emosi, tergesa-gesa, dan seringkali merasa hampa. Ini adalah kondisi survival.

Contoh: kita sadar “Oh sedang ada rasa marah”. Cara untuk kembali pulang ke kesadaran: Sadari bahwa aku dalam kondisi autopilot, tarik napas, dan kembali hadir.

2. Awareness (Lapis Terbangun): Saat kita mulai melihat

Ini momen di mana kita mulai tersadar bahwa tadi gak sadar. Di sini, muncul jarak antara diri dengan pikiran dan emosi. Awareness ini seperti kita mulai membuka mata perlahan saat tidur. Kita mulai menyadari apa yang terjadi di dalam dan di luar diri. Kita mulai melihat obyek kesadaran: suara, pikiran, emosi, tubuh. Ini adakah momen di mana kita sadar thd obyek.

Contoh: Kita sadar bahwa sedang ada rasa marah, dan sekarang sedang duduk bareng rasa marah itu. Cara kembali pulang ke kesadaran: Rasakan tubuh, perhatikan sekeliling, katakan dalam batin, “Aku hadir di sini”.

3. Mindfulness (Lapis Hadir): Saat kita hadir di sini, saat ini

Di lapis ini kesadaran kita sudah hidup dalam momen ini. Kita benar-benar hadir, dalam setiap gerakan, napas, suara, tubuh, perasaan. Gak tergesa-gesa, gak menghakimi. Pikiran kita sepenuhnya ada di saat ini, bukan sedang mengembara ke masa lalu atau masa depan. Ini adalah nomen di mana kita sadar terhadap predikat.

Contoh: Saat makan, kita benar-benar hadir, merasakan setiap suapan, tidak terdistraksi oleh scroll hp. Saat mendengarkan orang, kita menyimak dengan penuh, tanpa memikirkan setelah ini mau ngomong/jawab apa. Cara kembali ke kesadaran adalah dengan membiarkan semuanya ada, merasakan keheningan saat jeda napas, katakan dalam batin, “Aku hadir di sini, seapaadanya”.

---

Bersambung ke bagian 4: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7675/aes008-lima-lapis-kesadaran-4

Bagian 1: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7667/aes005-lima-lapis-kesadaran-1

Bagian 2: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7673/aes006-lima-lapis-kesadaran-2

You May Also Like