AES96 Pelangi di Piringku
matheusaribowo
Wednesday May 20 2026, 8:04 AM
AES96 Pelangi di Piringku

Zahir

memelan

riak

dan 

bintang-bintang.

Beberapa bulan ini, saya atau kami (Maya Bajawa = MAmat YAnti BAtak dan JAWA), mulai konsisten sarapan dengan menu rebusan yang berwarna-warni. Bukan hanya 2 atau 1 warna. Misal yang selalu ada adalah ubi ungu, labu, telur rebus, dan jagung. Seperti seorang teman di Jogja yang punya gerakan di instagram; @pelangidipiringku. Barulah kemarin kucoba untuk posting di instastory dan menandai gerakan temanku itu. Dia pun membalas, setelah mengapresiasi, ia juga menyarankan untuk menambah sayur (warna hijau) di dalam piring sarapanku.

Jadilah pagi ini, tiba-tiba di sebelah penjual makanan rebus langganan kami, ada penjual pecel. Ah, sungguh sebuah kebenaran! Sebab tak ada kebetulan. Kubelilah pecel sebagai pelengkap rebus-rebusan. Hal sederhana nan indah terjadi di sini. Mungkin kami adalah pembeli pertama pecel itu pagi ini. Kami melihat mata yang menyinarkan harapan dari ibu penjual, disusul anak dan suaminya yang baru datang dan melihat ibu dan istrinya ada pembeli, serentak, dengan senyum dan sinar mata dan wajah yang sama, menyapa. Seketika, haru terbit di hati kami. Seolah menyusul mentari yang lebih dulu terbit pagi tadi.

Di motor, kemudian kami membahasnya. 

"Kebaikan itu seperti riak, ya. Riak yang semakin lama menjadi ombak." ujarku berusaha mengandaikan momen yang kami alami pagi ini. Kemudian Yanti juga mengandaikan sesuai apa yang ia rasa,

"Kebaikan itu seperti bintang, kecil-kecil di langit, tetapi kalau semua orang berbuat baik, langit yang gelap menjadi indah." 

Segera kami sepakat, karena percakapan berubah dan berpindah menjadi dialog di hati dan pikiran kami masing-masing setelahnya. Terima kasih.

Andy Sutioso
@kak-andy   6 hours ago
Di luar sarapan kak Mamat yang seperti pelangi, sesungguhnya setiap saat warna-warni hadir di sekitar kita. Sayangnya pikiran-pikiran manusia mudah sekali menjadikannya kelabu... 🌿🤗