Lagi ingin membedakan sikap kritis dan sikap pembelajar, dengan kesadaran kalau keduanya saling terkait. Indikator sikap kritis adalah memulai dari pertanyaan kenapa, sedangkan sikap pembelajar mulai dari pertanyaan gimana.
Pertanyaan kenapa itu menggali sampai ke tulang bahkan sumsum malahan untuk mencari esensi, sedangkan pertanyaan gimana itu merangkai sampai ke ujung dunia bahkan multiverse lain malahan untuk menemukan potensi. Ehmm… mencari & menemukan juga bisa didiversifikasi nih. (Nah ini, contoh bersikap pembelajar.)
Dibedakan demikian pun, keduanya membutuhkan hal sama yaitu fokus dan konsentrasi. Bedakan lagi ah kedua hal ini. Konsentrasi itu bisa jadi semacam menyadari apa-apa yang ada di dalam area kendali, sedangkan fokus itu mengabaikan apa-apa itu secara sadar dan menyisakan satu saja untuk menerima intensi penuh energi diri.
Seperti menyadari sepuluh langkah untuk mencapai tujuan utama, kemudian mengabaikan sembilannya dan memilih satu karena melihat itu yang paling mengena untuk disampaikan. Muncul deh pertanyaan, “Kenapa seperti itu? Dan kenapa bertanya kenapa seperti itu?” (Nah, ini contoh bersikap kritis.)
Kalau gitu sekarang, menindak lanjuti kalimat di akhir paragraf kedua tadi. Mencari dan menemukan, akan kelihatan bedanya dengan bantuan melihat. Kalau kita pake perangkat bahasa, melihat itu looking, mencari itu searching, dan menemukan itu finding.
Bisa jadi, bedanya mencari itu adalah melihat kepada satu titik kemudian menggali sampai mendapatkan. Sedangkan menemukan itu adalah melihat ke seluruh luasan dan bentangan kemudian mendapatkan. Sepertinya begini, bisa jadi begitu.