Bagaimana pembelajaranmu? Gak gimana-gimana, biasa aja.
Lho, kenapa? Mentornya gak ngajarin apa-apa.
Memangnya kamu mau belajar apa? Gak tau, kan aku ikut aja.
Apa yang kamu dapat dari kelasmu? Gak dapat apa-apa.
Bukannya ada materi yang diberikan mentor? Gak sreg dengan minatku.
Jadi minatmu apa? Banyak sih hanya gak tahu mau mulai darimana.
Kenapa kamu lesu untuk belajar, padahal sudah memilih kampus ini? Memilih di sini cari aman aja koq.
Lha, memangnya pilihan utamamu tadinya apa? Gak tahu, makanya pilih di sini sambil cari tahu.
Terus, ikutin proses pencariannya dengan penuh? Enggak, males aja kayak gak sreg rasanya.
Kalau begitu, langkah nyata apa yang akan kamu lakukan ke depannya? Les atau kursus aja di luar.
Terus yang di dalam kampus ini? Ikutin aja lah tanggung tinggal tiga bulan lagi selesai, yang penting dapet sertifikat.
Berarti pembelajaran lima tahun ini adalah soal melampaui kesia-siaan ya? Iya sepertinya begitu, semoga di masa depan situasi ini tidak kuulangi lagi.
Perasaan, semenjak tiga tahun lalu kamu selalu bilang semoga tidak terulangi ya? Oh iya ya, hanya terus keulangin ya.
Yah gak apa-apa, semoga setelah yang sekarang benar bisa tidak terulang. Iya, semoga.
Baiklah, simpang jalan sudah di depan saatnya kita berpisah. Iya, semoga kita masing-masing selamat sampai tujuan masing-masing.