Rasa takut seringkali defensive.
Wajar.
Karena itu adalah caranya untuk mempertahankan hidup.
Semakin didesak, semakin tertutup
Semakin dipaksa, semakin kuat mempengaruhi
Ketika tertekan, akan melawan menjadi rasa panik.
Rasa sedih, rasa marah seringkali menyertai. Sadari saja.
Sadari bahwa rasa ini adalah bagian dari diri dan akan selalu ada. Takkan hilang.
Waaah gimana donk? Bakal selalu ada rasa takut seumur hidup atuh!
Memang kenapa kalau ada rasa takut dalam diri?
Bukankan ia yang menjagamu dari rasa sombong?
Bukankah ia yang menahanmu dari ego yang berlebih?
Bukankah ia yang seringkali menyelamatkamu?
Seringkali rasa takut hanya dikenali ketika dirimu ingin bersembunyi.
Seringkali rasa takut kita sadari ketika kita lelah.
Temani ia dengan rasa syukurmu
Tenangkan ia dengan rasa cintamu
Bahwa rasa takut sama berharganya dengan rasa cinta
Bahwa ia diterima apaadanya
Tidak harus menjadi berani untuk diterima.
Berani bukanlah tidak takut
Berani adalah menerima rasa takut dan memeluknya sama erat dengan semua rasa yang ada.
I’m not face my fear.
I’m embrace my fear,
and I take care of it.