AES003 Gn.Putri - Lembang
Linda Djuanda
Thursday September 23 2021, 10:11 PM
AES003 Gn.Putri - Lembang

Hiking di Gunung Putri - Lembang.

Gunung Putri terletak di kawasan wisata Lembang, tepatnya berada di desa Jayagiri - Lembang Kabupaten Bandung. Berada di ketinggian kurang lebih 1587 mdpl, kawasan ini berada di bawah pengelolaan KPH Bandung Utara sejak tahun 2016.Gunung Putri lebih tepatnya disebut sebagai bukit karena wilayahnya yang tidak terlalu tinggi sehingga ramah bagi pecinta hiking seperti saya. Meski begitu saya tidak berani menganggap enteng saat berada disana. Terlebih dengan adanya mitos yang berkembang di masyarakat Lemabng mengenai kaitan Gunung Putri dengan Legenda Sangkuriang. 

Seingat saya, ini kali ketiga saya hiking di kawasan Gunung Putri. Trek nya yang ramah bagi pendaki pemula seperti saya, membuat saya menjadikan trek di Gunung Putri sebagai tempat latihan persiapan mental dan fisik untuk mendaki gunung - gunung lain yang lebih tinggi. Adapun pengelolaan nya cukup baik disini. Lahan parkir yang tersedia cukup luas dan jangan kaget setelah membayar tiket masuk anda bukan akan menyusuri jalan tanah melainkan jalan yang telah di paving blok dengan pegangan dari kayu seadanya. Ya...15 menit saya habiskan untuk hiking dari tempat membeli tiket masuk hingga ke Geger Bintang Matahari. Di Geger Bintang Matahari inilah biasanya banyak pengunjung yang mengambil foto landscape pemandangan kota Bandung terutama saat matahari tenggelam di musim kemarau. Pemandangan kota Bandung sungguh membuat anda merasa berada di negeri diatas awan. Namun bukan itu yang saya kejar kali ini. Melainkan sebuah benteng peninggalan kolonial Belanda yang dikenal dengan sebutan Benteng Jayagiri yang terletak di arah barat Tugu Sespim ( puncaknya Gunung Putri).

Dari ketiga kalinya saya hiking di Gunung Putri, hiking kedua lah yang sungguh berkesan bagi saya. Bagaimana tidak, pada saat itu cuaca di Bandung tengah mendung dan saat saya mengarahkan motor saya di daerah alun - alun Lembang, hujan pun turun dengan intensitas sedang. Namun hal itu tidak menciutkan keinginan saya untuk hiking di Gunung Putri.  Dengan berbekal jas hujan yang selalu tersedia di bagasi motor, saya melanjutkan perjalanan ke Gunung Putri. Benar saja semakin mendekati area parkir Gunung Putri, cuaca bersahabat. Hujan tidak lagi selebat di area Bandung kota. Selesai memarkirkan kendaraan dan membayar tiket masuk, saya pun mulai menyusuri jalan ke puncak Gunung Putri. 15 menit saya berjalan dengan kontur tanah yang menanjak namun tidak terllau menyulitkan karena jalanan nya telah di paving blok. Sampai ke puncak Geger Bintang Matahari hujan kembali turun meski tidak terlalu deras. Saya memang tidak bisa begitu menikmati pemandangan kota Bandung kala itu karena tertutup awan tapi sungguh, saya merasa berada di negeri diatas awan. 

Dari Geger Bintang tersebut saya melakukan pendakian menuju Tugu Sespim. Pada saat menuju ke puncak itu lah saya dibuat terkagum kagum bagaimana pesona kabut turun dari atas seolah menyambut saya. Ya kala itu pertama kali bagi saya berjalan di tengah kabut. Tidak lama berlalu saya kembali dibuat takjub oleh kekuasaan Allah S.W.T. Bagaimana tidak, saat saya melihat pemandangan kota Bandung tepat diatas nya awan bergulung gulung dan cuaca mulai sedikit cerah. Saya sungguh dibuat takjub dengan apa yang saya lihat. Mungkin bagi sebagian pendaki itu adalah hal yang biasa. Namun bagi saya ini sungguh luar biasa. Bagaimana kekuasaan Allah S.W.T itu nyata. Beberapa menit berlalu, saya pun tersadar untuk kembali melakukan pendakian menuju tugu sespim untuk lanjut ke benteng jayagiri.  Dengan kontur tanah yang licin sehabis hujan dan sedikit menanjak akhir nya saya sampai di Tugu Sespim tersebut. Dataran nya tidak terlalu luas namun cukup nyaman untuk menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian. Namun yang selalu membuat saya tertarik adalah dengan pemandangan ke sebelah barat, dimana membentang hutan pinus yang hijau. Lima menit saya habiskan untuk beristirahat dan mengambil nafas kemudian menyusuri semak – semak dan kembali melanjutkan perjalanan ke benteng jayagiri. Cuaca berawan dan lumayan dingin pada saat itu. Namun itu tidak membuat saya menyerah. Saya ingin mencapai Benteng Jayagiri dengan sekali jalan. Kembali menyusuri hutan pinus yang pohon nya tidak begitu rapat serta kontur tanah yang landai,  sampailah saya di tanah yang agak lapang. Dimana pepohonan tak lagi rapat berjejer. Terus ke arah barat dan sampailah saya di salah satu sisi benteng jayagiri. Benteng nya tidak begitu besar dan dibeberapa sisi sudah tertimbun tanah. Tampak pula di beberapa bagian benteng yang nampaknya baru saja dibersihkan dari semak semak. Suasana agak menyeramkan bagi saya sehingga membuat saya tidak berani memasuki area benteng lebih jauh lagi. Cukup di bagian depan (lengkungan seperti sebuah gapura). Setelah melihat lihat kesekitar barangkali ada papan informasi mengenai benteng tersebut namun saya tidak menemukan papan informasi apapun. Selesai mengambil beberapa foto untuk bahan tulisan saya kembali menyusuri jalan yang sama untuk kembali ke parkiran. Sebenarnya ada jalur hutan pinus yang bisa diambil untuk menuju ke parkiran namun karena saya tidak begitu tahu jalan dan diperkirakan banyak jalan yang bercabang, akhir nya saya memutuskan kembali ke parkiran melalui jalur yang sama. Hiking kali ini cukup menguras keringat dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam 15 menit. Sekian.

You May Also Like