AEs 1365 Blessing In Disguise
joefelus
Tuesday March 18 2025, 8:32 AM
AEs 1365 Blessing In Disguise

Kalau orang Indonesia, bukannya rasis atau apa ya, ini suatu yang baik kok, selalu bilang "untung" ketika menghadapi berbagai peristiwa. Bahkan seburuk apapun, selalu ada hal positif yang mampu dilihat. Misalnya ada kecelakaan lalu lintas yang parah. Beberapa kendaraan hancur namun tidak ada korban jiwa. Saya yakin, pasti ada yang berkata:"Untung tidak ada korban jiwa!" Saya menilai ini sangat baik karena selalu mampu melihat hal yang positif dari berbagai peristiwa yang buruk.

Pagi ini saya mengantuk sekali apalagi ditambahcuaca sejuk dan hujan rintik-rintik. Jalanan juga lumayan lengang ketika tadi saya mengemudi mengantar Nina ke kantor. Tiba di kantor lantai 6 juga masih gelap dan begitu masuk ke ruangan saya bisa memejamkan mata sedikit. Ini akan menjadi hari yang panjang karena rencananya kami baru akan pulang menjelang maghrib agar terhindar dari kesemrawutan lalu lintas.

Pukul 3 dini hari saya terbangun karena kedua kaki saya mengalami cramps. Sakitnya luar biasa, untungnya (nah khan?) hanya beberapa detik saja. Entah apa penyebabnya, kalau kekurangan potasium tidak mungkin karena kemarin saya makan 1 sikat pisang, minum air pun saya banyak sekali jadi pasti tidak dehidrasi. Mungkin saja saya kekurangan magnesium, tapi memang ada kemungkinan peredaran darah agak tidak baik karena saya sering sekali kesemutan, walaupun saya sudah mengenakan sepatu yang baik ketika beraktifitas. Eniwei, saya sampai teriak karena sakit luar biasa hingga Nina terbangun.

Saya berusaha kembali tidur tapi perlu ke kamar mandi sebentar. Nah ketika flush toilet, ada kejanggalan yang saya perhatikan. Air di tangki toilet tidak langsung terisi dan pompa air tidak berbunyi. "Aaaah.. toren air kosong!" Kata saya dalam hati dengan sedikit kesal, dan ada kekhawatiran. Saya langsung berpikir bahwa 2 jam lagi Nina akan butuh air untuk mandi karena hari ini adalah jadwal dia mengajar. Saya tidak pikir panjang lagi, langsung ke gudang dan mengeluarkan anak tangga yang paling besar dan panjang. Saya akan naik ke atap garasi dan memeriksa toren.

Beberapa hari yang lalu memang terjadi hal yang sama, radar otomatis yang mengatur debit air gaar tidak meluap macet. Untung pak Ono bisa membantu saya dan memang yang menjadi masalah adalah radar. Sudah tahu cara menanganinya dengan memperhatikan apa yang pak Ono lakukan, saya mengulangi treatment yang sama. Tidak ada perubahan, air tetap tidak bisa mengucur. Saya harus mengisi toren dengan sumber lain. Mungkin saya harus mengganti radarnya tapi sekarang kondisinya sangat genting dan harus ada air jika tidak semuanya akan kacau.

Saya mempunyai sumur gali yang bisa dijadikan persediaan darurat, untungnya (untung lagiiii...) selang sudah terpasang dan saya tinggal menghidukan pompa air. Jadi selang air langsung saya naikkan ke atap garasi dan mulai memompa. Butuh waktu lama untuk mengisi toren berkapasitas 1000 liter. Jadi sambil menunggu saya melamun di atap. Mobil saya sudah keluarkan di carport karena butuh ruang untuk memasang anak tangga agar bisa naik, daripada naik turun, saya duduk saja di atap. Untungnya, (lagi-lagi untung hahaha) atap ini tertutup sehingga walau sepanjang subuh ini hujan gerimis, saya tidak terganggu dan bisa duduk dengan tenang sambil mengisi toren. Nina saya biarkan tetap beristirahat. Tidur dia sudah terganggu tadi ketika saya berteriak karena cramps kaki.

Pukul 4:30 pagi toren akhirnya penuh, pompa saya matikan dan tangga saya lipat dan saya simpan di sudut garasi. Tangga ini akan dipergunakan lagi ketika saya mengganti radar baru, mungkin besok karena hari ini saya tidak di rumah seharian, sementara selang tetap saya biarkan menggantung, menjulur ke atas atap garasi, nanti akan saya isi lagi ketika debit air berkurang. Untungnya (hmm.. sudah berapa kali?) persediaan air di sumur gali banyak sekali karena musim hujan. Jadi kebutuhan air kami dapat tertanggulangi hingga masalah radar ini terselesaikan.

Sambil merenung dalam kelelahan dan rasa kantuk karena jatah tidur kurang, saya berpikir. Untung sekali (lagi.. lagi..) saya tadi kena cramps. Bayangkan jika tidak dan saya tidak perlu ke kamar mandi, apa jadinya nanti? Pasti kami tidak bisa mandi karena air tidak ada sama sekali, toren kosong total! Jadi ada untungnya (hmmm..) saya kena cramps dan terbangun lalu dapat mengetahui bahwa persediaan air kosong.

Sesudah garasi saya bersihkan dari tetesan air, mobil kembali saya masukkan, tangga saya sisihkan, pintu garasi saya tutup lagi. Saya tidak mau tetangga terheran-heran sebelum Adzan subuh rumah saya terang benderang karena ada kesibukan, jadi semua saya bereskan kecuali selang yang sengaja saya ikat di atas agar tidak jatuh. Sore atau malam nanti saya akan mengisi air lagi. Dan saya akan WA pak Ono untuk nanti membantu saya mengganti radar besok.

Nah pagi ini saya merasakan sebuah blessing in disguise, yang menurut kamus berarti demikian: an apparent misfortune that eventually has good results. Atau dalam bahasa Indonesia kurang lebih jika diterjemahkan secara bebas berarti berkah terselubung atau sesuatu kejadian yang tidak menguntungkan tapi berbuah hasil yang baik. Nah itu yang saya alami. Sesuatu yang buruk saya alami yaitu kena cramps dan kemudian berbuntut dengan mengetahui bahwa persediaan air kosong sehingga bisa segera ditanggulangi sebelum terlambat. Nah blessing in disguise itu bisa diganti dengan kata: untungnyaaaaaa....

Itu pengalaman seru pagi ini, sekarang saya akan mencoba memejamkan mata sejenak untuk bayar hutang tidur. Mudah-mudahan bisa.

Foto credit: pennyu.co.id