AES007 - Gambung
Lovendria
Monday December 4 2023, 5:24 PM
AES007 - Gambung

Permainan dibagi menjadi dua kelompok: orang dewasa dan anak-anak. Terkadang Pak Vinan sekali-kali ikut meramaikan di kelompok anak-anak. Sejak saat ini, Pak Vinan sudah berubah panggilan menjadi Opa.

Permainan pertama mirip tic tac toe, namun menjawabnya dengan pantulan bola ping pong. Mangkok yang sudah terisi bola dari tim lawan dapat diambil alih jika berhasil masuk ke mangkok yang sama. Permainan pertama ini dimenangkan secara telak oleh orang tua.

Kemudian, kami melanjutkan dengan permainan menggelindingkan ping pong ke dalam mangkok, yang dimenangkan oleh kelompok anak-anak.

Dikarenakan hasilnya imbang, kami melanjutkan dengan permainan ketiga. Setiap anggota kelompok melempar bola ping pong satu sama lain. Jika berhasil, mereka harus mundur satu langkah. Jika gagal, mereka tetap mundur satu langkah dan digantikan oleh anggota yang lain. Poin diberikan jika bola ping pong berhasil ditangkap paling jauh, dan tim lawan kehabisan anggota yang menangkap bola. Permainan ini didominasi oleh orang tua karena keahlian mereka dalam menangkap bola. Karena tidak seimbang, kami mencampur permainan pertama dan kedua, tetapi hasilnya tetap sama, orang tua tetap memenangkan pertandingan ini.

Sebelum bermain, kami sudah memesan makanan di sana. Ayam goreng dengan sambal yang lezat. Cuaca dingin menambah selera makan. Opa juga memasak sayur ginseng untuk tambahan energi.

Hari itu ditutup dengan tidur dalam suhu dingin. Angin bertiup cukup kencang. Suara angin berhembus-hembus di atas atap. 

Pagi hari setelah sarapan, kami sudah bersiap untuk hiking bersama Pak Anwar. Berbagai lokasi yang ada air ditawarkan Pak Anwar. Namun kembali pilihan ke irigasi. Hiking ini kurang lebih 4 jam. Cukup jauh untuk anak-anak, tapi hebatnya mereka sanggup. Di irigasi semangat mereka kembali diisi. Arsya sampai berendam. "Airnya dingin," katanya. Tapi tetap aja berendam sekali-kali.

Ketika mau pulang dari irigasi, Arka berpura-pura mencari emas di aliran air tersebut. Dia bertanya tentang cara menambang emas. "Kalau ada emas di sini, kita jadi kaya nih," kataku. Lalu mata Arka tertuju ke batu-batu yang berwarna-warni dan bercorak menarik. "Batu-batu di sini keren, ga seperti di tempat lain," katanya. Dari sini anak-anak mulai menambang batu. Rencanya batu ini akan dijual. Pak Anwar mendapat saham 20%, Om Pen 10%, orang tua 5%. Begitu negosiasinya. Ada-ada aja ide anak-anak ini. 

Begitulah keceriaan anak-anak, mereka kembali dengan batu-batu indah yang akan mereka jual.

Sepulangnya dari hiking, kami istirahat sebentar sambil menunggu makanan datang. Hari ini kami disuguhkan nasi liwet. Nasi liwet dengan kelapa parut. Bayangkan perut lapar, baru selesai hiking, cuaca dingin, lalu datang liwet hangat dengan sambal. Makan yang biasa aja akan terasa nikmat, apalagi di momen seperti ini. 

Belum selesai istirahat, anak-anak kembali minta bermain. Di sini, Opa ikut serta dalam permainan. Siapa pun yang berhasil melakukan tantangan "bottle flip" berhak makan chiki. Anak-anak berteriak-teriak ketika saya berhasil melakukannya dan memakan chiki dengan cepat-cepat. "Makannya pelan-pelan, satu-satu. ga boleh langsung banyak," teriak Trystin. Saya cuma ketawa-ketawa sambil makan chiki. Namun isi chiki cukup banyak, sehingga ketika sudah banyak yang berhasil melakukan "bottle flip", chikinya belum habis-habis. Opa juga berhasil melakukan "bottle flip" di awal permainan. Opa tertawa puas sambil memakan chiki, kadang sambil menyuapkan Arsya yang sudah putus asa untuk ikut bermain.

Anak-anak memang luar biasa, energi mereka sepertinya tidak pernah habis. Mereka kembali minta mengulang permainan tic tac toe. Opa ikut di kelompok anak-anak. "Opa besar hoki," begitu kata Opa. Anak-anak berhasil mengalahkan orang tua. Momen yang menyenangkan sekali melihat Opa tertawa bahagia dengan anak-anak. Mereka meloncat-loncat kecil merayakan kemenangan ini.

Dalam hati, saya merasa bersyukur bisa berkumpul di sini, merasakan kehangatan keluarga, meskipun ini pertemuan pertama kami. Sebentar lagi kami akan berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Kami berfoto bersama untuk mengabadikan momen bersama ini. Terima kasih atas kesempatan yang indah ini, bersyukur atas kesempatan yang Tuhan perkenankan. Terima kasih Opa, Ailen, Rani, Arka, Arsya, Remi, Sean, Chloe dan keluargaku yang selalu bersemangat. Sampai kita bertemu lagi.

Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Terima kasih banyak atas ceritanya yang seru. Semoga lebih banyak yang bisa merasakan kegembiraan Niis ke Gambung. Salam. 🙏😁🌿