Day 2
Ok hari ini aku ngezoom dengan salah satu manusia yang sekarang-sekarang ini lagi sering banget kita bahas human desain, awakening, spiritualitas, dll. Sampai kita berdua membahas tentang “Tahun Pelepasan” ini tuh pembahasan yang sedang berputar di duniaku dari bulan Juli. Awalnya aku beneran kayak, ‘apa itu tahun pelepasan?’
Dan, akhirnya ada penjelasan tentang “Tahun Pelepasan” ini. Mungkin singkatnya gini ya, apakah teman-teman di sini sedang menyadari/ merasakan kalau lagi banyak perpisahan di tahun ini? Atau lagi merasakan banyak hal terbuka satu-satu? Atau malah justru orang-orang terdekat sedang membuka topeng aslinya?
Nah, katanya nih tahun 2025 itu sama dengan 2+0+2+5=9. Jadi angka 9 itu adalah akhir, momen awakening, momen terbuka setelah melewati fase infinity di 8 (nanti aku mau bahas soal angka hihi apa hubungan antara angka 1-9 :D)
Jadi memang angka 9 itu adalah angka dari akhir sebuah siklus, fase memang untuk penutupan. Semesta sedang mengajak untuk membuka lembaran baru dan menutup bab yang sudah selesai tanpa perlu dibuka lagi. Namun, gak perlu sedih karena memang sedang dipaksa untuk berubah, keluar dari zona nyaman, dan mengikuti pola kehidupan baru. Rasanya sakit gak sih?
Dari pengalamanku yang akhirnya mengalami tahun pelepasan ini, aku jadi belajar bahwa memang aku harus melepas ‘kemelekatan’ dan berada di titik, kemelekatan ini hanya milikku dan Tuhan. Jadi ada satu buku yang aku baca dan serasa ditampar juga, judulnya Filosofi Teras. Apakah teman-teman sudah baca? Nah, yang buat sudah baca, bab 7 di dalam buku itu menjelaskan dari sisi filsuf stoa. Bagaimana sebagai manusia dan hubungan dengan manusia lain itu adalah nature. Manusia itu makhluk sosial di mana kita harus berhadapan dengan perilaku manusia lain. Entah itu secara baik maupun buruk. Dan, terkadang memang ada orang-orang yang layak untuk kita hindari dan kita putuskan (mungkin sepertinya bisa aku bahas di AES berikutnya ya, karena jujur panjang banget). Jadi, memang ada sedih, sakit, dan melankolisnya tapi aku sekarang tenang dan bersyukur dengan energi-energi baru yang datang. Karena betul chapterku dengan mereka sudah selesai karena frekuensi kami sudah tidak sama. Energi kami sudah tidak sama lagi.
Jadi dibalik kesedihan, kepahitan yang terjadi di tahun pelepasan ini ada kesadaran yang sedang bangun. Bukan untuk menghancurkan tetapi untuk berselaras. Ruang untuk membuka dengan lembaran baru. Disadarkan untuk kembali ke diri sendiri, mencari makna yang mungkin sudah lama tidak disapa.
Ya ampun ini kayaknya lebih dari 250 kata wkwkwk, sekali keluar jadi luber kemana-mana. Jadi, teman-teman yang sedang mengalami fase pelepasan, peluk dirinya sendiri karena sepinya nanti diganti sama keramaian yang lebih meriah di tahun 2026 dan seterusnya. Yuk, jurnaling bareng *eh
Love
_M_
Luber juga bagian dari pelepasan, Malika. 🙏🏼🤗
Wah menarik ini, ada bahan untuk belajar