AES040 Mana kisah dari Cibanteng belum ada nih di Ririungan β˜πŸΌπŸ˜ƒ
maulrest
Wednesday October 18 2023, 5:03 PM
AES040 Mana kisah dari Cibanteng belum ada nih di Ririungan β˜πŸΌπŸ˜ƒ

Beberapa waktu lalu saya mendapat pesan WA dari Kak Andy berisi: "Mana kisah dari Cibanteng belum ada nih di Ririungan β˜πŸΌπŸ˜ƒ"

Sebuah pengingat yang sangat tepat sasaran karena sudah lama sekali saya tidak menulis padahal sedang dalam sebuah perjalanan yang kaya akan bumbu untuk diracik menjadi banyak cerita. Mungkin ini adalah "masakan" pertama saya dalam perjalanan baru ini. Sebelum berangkat mengarungi perjalanan ini saya sempat membuat sebuah refleksi:

Dari SMPN 43 Bandung saya belajar bahwa guru itu bukan profesi yang mudah.
Dari SMPN Satap 4 Tinombo Sulawesi saya belajar murid yang berkarakter luar biasa dan haus ilmu harus difasilitasi.
Dari SD Pribadi Bandung saya belajar kondisi finansial yang mumpuni bisa membentuk manajemen sekolah yang baik.
Dari SMAN 3 Bandung saya belajar murid brilian memudahkan pembelajaran yang brilian.
Dari DHIS Secondary saya belajar cara berinteraksi antar guru dengan murid yang menyenangkan.

Dari Rumah Belajar Semi Palar saya belajar bahwa pendidikan itu harus holistik. Bisa jadi salah satu caranya adalah dengan: "Hargai ilmu, hargai yang membawa ilmu, hargai yang Maha Memiliki Ilmu. Setelah itu semoga kita bisa menghargai diri sendiri dan semesta." Selanjutnya dari SMPN Satap Cibanteng saya sangat menantikan akan belajar apa.

Untuk sementara saya akan jawab bahwa pelajaran yang saya dapatkan di tempat baru sekarang cukup unik. Tempat baru ini bagaikan gabungan dari semua tempat-tempat sebelumnya. Anak-anaknya seperti murid di SMPN 43 Bandung dulu yang mana banyak menggemari dunia motor khususnya dunia "geng motor". Lokasi sekolahnya seperti ketika saya mengajar di Sulawesi dulu. Manajemen sekolah (walaupun untuk sekarang masih jauh) yang dikelola Kab. Bandung punya potensi mengejar ketertinggalan dari sekolah swasta seperti SD Pribadi. Beberapa siswa punya potensi menjadi murid yang brilian terutama di bidang seni. Cara berinteraksi antar murid dan guru sangat dekat seperti dengan teman sebaya. Yang terakhir kurikulumnya adalah kurikulum Merdeka Belajar yang mengingatkan saya dengan Semi Palar.

Semua hal di atas bergabung dengan hal-hal baru lainnya sehingga muncullah "chaotic condition" bagi saya. Masalahnya sangat kompleks, ada yang berhubungan ada yang terpisah. Banyak hal baru yang saya pelajari seperti kemiskinan struktural ternyata mempengaruhi jenis konten media sosial yang digemari secara turun temurun. Melihat hal ini ide liar pun muncul, bagaimana jika saya juga memecahkan beberapa masalah ini dengan "chaotic solution". Sebagai contoh saya dan satu guru senior diminta bantuan oleh tiga Sekolah Dasar sekaligus untuk menjalankan ANBK karena mereka tidak memiliki fasilitas dan SDM yang mumpuni, sehingga saya harus mengorbankan kelas saya untuk dijalankan secara tidak tatap muka.

Saya pun harus berpikir keras, pembelajaran seperti apa yang sekiranya tidak hanya berbentuk tugas membosankan. Akhirnya terpikir untuk mengolah masalah yang cukup marak di lingkungan mereka yaitu masalah "slot" atau judi online. Akhirnya mereka pun antusias untuk melakukan riset bahkan sampai tahap membuat video edukatif hanya dengan instruksi tertulis dari saya yang bertugas menjadi guru Informatika jadi-jadian karena seharusnya mengajar B. Inggris sekaligus teknisi ANBK untuk tiga SD. Hasilnya tentu adalah "chaotic order" wkwk, sampai-sampai Kepala Sekolah sempat menegur kelas tanpa guru ini karena dikira hanya ribut tanpa ada aktivitas (dan memang kenyataannya betul beberapa kelompok kebingungan sehingga mereka bukan meributkan masalah judi online haha).

Baru baca saja sudah terasa kan kacaunya? namun ternyata nikmat juga loh sesekali menjalankan sesuatu dengan agak sedikit chaos (inget sesekali ya haha). Silakan menikmati sajian masakan pertama dengan rasa yang campur aduk ini hihi.

You May Also Like