AES043 Drama PMM & Administrasi Guru
maulrest
Wednesday January 31 2024, 3:21 PM
AES043 Drama PMM & Administrasi Guru

Guru-guru di Indonesia akhir-akhir ini membanjiri kolom komentar IG Mas Nadiem dengan satu kata kunci yang terulang-ulang diantara umpatan dan keluhan-keluhan lainnya. "PMM" atau Platform Merdeka Mengajar seakan menjadi kata yang menghantui khususnya guru-guru di sekolah negeri akhir-akhir ini. Salah satu komentar yang mewakili adalah "guru sibuk mengejar pelatihan PMM, murid sibuk sendiri dengan P5 dan tugas guru yang tidak ke kelas karena sibuk PMM, merdeka!"

Kalau boleh jujur, saya yang sudah meyelesaikan beberapa pelatihan mandiri di PMM ini harus mengakui konten di dalamnya sangat menarik. Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang diterjemahkan menjadi kurikulum merdeka belajar menjadi konten utama di video-video pelatihan yang disampaikan dengan sangat baik oleh para ahli. Fitur tantangan menyelesaikan aksi nyata pun bisa menjadi momen para guru untuk merefleksikan pembelajaran selama ini di kelas.

Lalu kenapa guru-guru di Indonesia banyak yang protes? Bisa jadi kebijakan yang bersifat memaksa lah jawabannya. Ketika PMM tidak dijadikan kewajiban, nampak tidak ada gelombang protes sebesar sekarang. Namun ketika PMM ini masuk ke target laporan kinerja guru per semester, munculah pelatihan-pelatihan pendukung yang oportunis bahkan sampai menarik biaya untuk mengajari guru-guru cara menyelesaikan PMM. Bahkan ada jasa joki akun PMM di marketplace untuk menonton video pelatihan dan menyelesaikan aksi nyata bagi guru-guru yang tidak sempat menyelesaikan PMM.

Saya pun pernah menjadi korban penolakan oleh pihak PMM atas aksi nyata yang saya unggah. Padahal saya pikir aksi nyata yang saya kerjakan dan pernah saya unggah juga di AES ini sudah maksimal AES Model Pembelajaran Praktis. Terbukti ketika saya mengajukan banding dengan argumen kepada asesor untuk membaca aksi nyata saya dengan saksama akhirnya mereka terima dan mereka terbitkan sertifikatnya. Saya pun tidak menyalahkan mereka, bisa jadi para asesor ini harus membaca ribuan aksi nyata sehingga hanya menilai dari kuantitas jumlah lembaran file yang diunggah peserta.

Yang saya salahkan kenapa Mas Nadiem & tim tidak fokus mengembangkan PMM ini sebagai learning management system layaknya google classroom, bukan malah menjadikan PMM yang seakan terjebak berubah menjadi bimtek pelatihan online. Alangkah senangnya guru-guru ketika LMS PMM ini sudah merekap kehadiran siswa, bisa menginput nilai anak-anak yang nantinya otomatis masuk ke rapor UTS/UAS, juga menyediakan aplikasi langkah-langkah pembelajaran merdeka belajar yang bisa dimainkan/ditunjukan langsung di kelas bersama murid. Sehingga LMS ini secara tidak langsung menjadi pelatihan dengan aksi nyata langsung di kelas. "Learning by doing it". Administrasi adalah hal yang sangat baik karena bisa menunjang kerja seseorang, namun ketika administrasi malah memberatkan bukan menunjang kerja, bisa jadi ada yang salah dengan administrasi tersebut. Salam guru-guru hebat! (jargon di akhir video PMM).

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Tirani administrasi berubah menjadi tirani aplikasi
maulrest
@maulrest   2 years ago
Betul Kak. Semoga dengan mulai sadarnya guru-guru di Indonesia ada yang salah dengan administrasi & aplikasi pendidikan di Indonesia, 2024 dan ke depannya ada reformasi bahkan revolusi pendidikan yang benar-benar humanis untuk guru, murid, dan masyarakat.
leoamurist
@leoamurist   2 years ago
wadahnya ilang uL, jar-gone
maulrest
@maulrest   2 years ago
untung bukan She's gone, tinggi soalnya susah.
You May Also Like