Hari ini beberapa anak dari K7-K9 diminta mewakili teman-temannya menjawab beberapa pertanyaan dari asesor akreditasi SMP Semi Palar. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah, berapa jumlah toilet di Smipa. Dijawab tujuh, oleh salah seorang anak.
Malam tadi, pertanyaan ini dibahas di meja makan. Bagaimana bila yang ditanya anak baru, yang bahkan tidak tahu di mana saja toilet Smipa? Lalu, kami sama-sama mencoba menghitung jumlah kamar kecil di sekolah kita itu. Empat di area JUD, dua di area SD Besar, satu di samping pendopo, tiga di longlas. Jadi, total sepuluh ya? Eits.... "Sebelas!" Si Sulung menyela. "Satu lagi di dekat pos Pak Muchlis." Ah ya, memang ada satu toilet di sana.
Terlepas dari berapa jumlah sesungguhnya toilet di Smipa, kami tadi betul-betul 'berjalan-jalan' ke Smipa. Secara virtual, tentunya. Menyusuri lorong KB-TK dan SD Kecil, lalu naik tangga melewati ruang-ruang kelas SD Besar. Membayangkan ruang paling ujung di sisi kebun, yang bahkan tidak sempat diduduki si Sulung sehari pun sebelum ia berganti seragam SMP. Kemudian turun, menyeberangi amphitheater menuju pendopo. Lanjut lagi, menyisir samping lapangan rumput yang tidak boleh diinjak memakai alas kaki. Melewati lapangan parkir hingga ke longlas, melipir ke pos jaga sebelum keluar gerbang.
Semoga pertanyaan tentang toilet dan pertanyaan-pertanyaan lain yang dijawab dengan polos apa adanya oleh anak-anak pagi tadi, bisa memberikan sedikit kontribusi bagi akreditasi SMP Smipa. Setidaknya, para asesor melihat wajah jujur anak-anak yang tetap mengingat sekolah tercintanya, walaupun hampir 1,5 tahun mereka belajar secara daring.
Waah terima kasih Mega... Bagus banget ini tulisannya... Padahal hanya tentang toilet ya... Terima kasih banyaak. Ini jadi catatan kecil juga tentang proses akreditasi dua hari ini...
Hehe iya, kak. Kmrn pertanyaan ttg toilet itu mmg menggelitik sih. Jd deh inget Smipa, trus jd tulisan deh.