Pengelolaan keuangan. Sudah bertahun-tahun aku belajar dan mencoba mengaplikasikan berbagai macam metode, namun belum saja menemukan yang pas.
Mungkin bukan metodenya tapi akunya. Pola pikir dan kebiasaanku yang sepertinya harus ku rubah bukan metodenya.
Lalu aku mencoba membaca sebuah buku berjudul “The Psychology of Money” karyanya Morgan Housel, dalam bukunya ia menyampaikan tentang bagaimana cara ekonomi bekerja. Walaupun dengan pendekatan investasi saham, aku sebagai orang yang hanya sedikit tahu tentang saham bisa tetap mengambil maksud dari tulisannya.
Beberapa hal diantaranya yang sangat ngena di aku ialah bahwa kekayaan adalah harta yang tidak di belanjakan. Dulu aku berpikir bahwa aku harus beli barang ini biar keliatan kaya, tapi ternyata itu pikiran yang salah. Justru yang tidak terlihat oleh orang lain adalah kekayaan kita, saldo rekening misalnya. Dalam bukunya ia menceritakan saat seseorang melihat orang lain menyetir mobil mewah, ia akan terpesona oleh mobilnya bukan orangnya. Ia ingin memiliki mobilnya bukan orangnya.
Dari sana aku pelan-pelan mencoba untuk mengurangi belanja barang apalagi bila sekedar untuk ke-aestetic-an, hal ini aku barengi dengan pendekatan gaya hidup minimalism.
Begini kira-kira mekanisme saat aku mulai menginginkan sebuah barang
Mekanisme ini cukup efektif untukku, karena aku jadi bisa menghemat biaya belanja barang-barang yang sebenarnya tidak perlu.