AES 1492 Olahraga
joefelus
Wednesday October 22 2025, 12:31 PM
AES 1492 Olahraga

Olahraga di daerah yang lembab seperti di Bandung ini memang sangat rewarding. Mudah sekali berkeringat dan bagi saya itu membuat sangat bersemangat. Sejak 2 hari yang lalu saya memutuskan untuk berolahraga di dalam rumah saja. Setelah lutut saya bermasalah karena mungkin medannya terlalu berat untuk tubuh yang mulai mrotoli ini (hahaha), saya akhirnya memutuskan untuk memiliki alat sederhana.

Alat ini sebetulnya saya pertimbangkan karena belt nya memiliki semacam dampers sehingga impact ke kaki saya lebih dapat diminimalisir. Itu sebetulnya alasan pertama, kedua ternyata sekarang harga alat-alat semacam itu tidak seseram jaman dahulu! Percaya tidak bahwa ada alat olahraga elektrik yang harganya lebih murah dari HP? Ya memang tidak semutkahir yang biasa kita temui di gym, tapi jika kita ke gym biayanya sangat mahal jaman sekarang sehingga menurut saya jika kita benar-benar serius ingin berolahraga, maka memiliki alat sendiri jadi semacam investasi. Hitung saja sendiri, saya sudah sempat mencoba mencari informasi, sebuah gym yang sedang banyak diminati biaya keanggotaan setiap bulannya minimal 300 ribuan dan konon yang paling murah adalah jika membayarnya secara tahunan, jadi paling murah sudah hampir 4 juta rupiah dan itu sudah bisa saya belikan alat untuk berolahraga yang saya gemari seperti berjalan kaki atau berlari. Alat-alat lainnya untuk toning, saya bisa gunakan apa saja yang ada di rumah, atau menabung lagi membeli dumbell bahkan Bosu ballance Ball. Kenapa tidak? Kesehatan memang mahal.

"Kenapa engga di jalan aja, Jo? Khan gratis!" Kata teman saya. Jadi begini, pernah lihat lapangan dimana banyak orang berolahraga? Kalau mau olahraga serius menurut saya jangan pergi ke sana! Pernah lihat Gasibu? Untuk jalan saja susah karena berjubel! Itu pertama, kedua saya harus pergi ke sana, butuh waktu, bensin dan bayar parkir! Hahaha.. Dasar pelit! Tapi serius, kalau mau serius berolahraga menurut saya tempat-tempat semacam itu tidak ideal. Masalah berikutnya, udara! Gasibu di tengah kota, jika saya berolahraga selama 1 jam, berapa banyak udara terpolusi yang saya hisap? Saya tinggal di kampung, udara masih sedikit banyak lebih sehat daripada di tengah kota. Buktinya banyak orang pergi ke atas Pasir Impun untuk olahraga, saya yang sudah tinggal di sini ya tinggal memanfaatkan lokasi yang sudah tersedia, bukan?

Di jalan raya! Aha.. tidak ada jaminan keselamatan! Saya harus pergi mencari tempat yang leluasa dan jangan harap mudah dijumpai ditengah kota. Daripada saya keserempet motor atau kendaraan lain, saya memilih tempat yang sudah pasti aman. Dan lagi, jalan raya artinya saya akan menghirup udara kotor dari asap kendaraan. Mau cari sehat atau malah penyakit?

Depan rumah saya memang termasuknya lengang, kadang memang banyak motor berlalu lalang karena di samping rumah saya memang ada akses masuk ke perkampungan belakang rumah yang entah ada berapa ratus bahkan ribu rumah hingga ke jalan besar AH Nasution. Jadi memang banyak kendaraan lalu lalang. Ini tidak ideal juga untuk saya yang senang berolahraga sambil melamun dan mendengarkan musik menggunakan earbuds yang ada noise cancelling nya, tidak jarang saya terkejut karena tiba-tiba dibelakang saya ada mobil atau motor yang akan lewat, sementara jalan kompleks tidak terlalu besar. Kalau sepi memang nyaman, tapi semakin siang semakin banyak orang lewat. Dan yang terakhir ternyata kaki saya tidak mampu menghadapi jalan curam itu. Saya pernah katakan bahwa jika ditarik garis tegak lurus dari permukaan tanah di depan rumah dan permukaan tanah jalan pasir Impun, ada 12 meter perbedaan ketinggiannya. jadi memang curam. Memang bagus sekali untuk heart rate karena ada incline yang lumayan baik, tapi jika saya menggunakan alat di dalam rumah, saya bisa juga menciptakan incline hingga 15% yang berarti kecuramannya bisa sampai 15 meter setiap jarak100 meter yang ditempuh! Tidak kalah dengan jalan curam depan rumah!

Eniwei, setelah mempertimbangkan pros dan cons nya, saya memutuskan untuk memiliki treadmill dan dua hari ini saya sangat berbahagia karena bisa kembali berolahraga tanpa merasa kesakitan di kaki! Saya juga dapat berolahraga nonstop hingga sekujur tubuh banjir keringat, dapat mendengarkan musik dengan leluasa bahkan sambil menonton TV jika mau, dan yang pasti saya tidak perlu pura-pura ramah dan bersikap sopan ketika ada tetangga yang ngajak berbincang! Ini bagi saya jadi semacam gangguan sebab ketika saya berhenti sejenak, heart rate saya langsung turun drastis, ritme olahraga saya kacau dan konsistensi serta intensitas olahraga saya langsung terganggu. Saya tidak hanya jalan santai tapi sungguh-sungguh berolahraga, oleh sebab itu 2 hari terakhir ini saya banjir keringat sebab tidak ada gangguan dan saya bebas mengatur kecepatan, incline dan sebagainya tanpa harus mewaspadai kondisi sekeliling, tidak perlu takut ada kendaraan dan tidak khawatir dikira angkuh karena menghindari orang yang ingin mengajak bicara! Hahahaha..

Saya mengerti tentang hidup bermasyarakat, saya orang yang ramah dan rajin menabung, bukan hahaha, maksud saya adalah saya senang ngobrol dengan siapapun, tapi untuk urusan olahraga saya sangat serius sebab saya ingin sehat. Nah demi mempertahankan silarutahmi, saya akan khususkan berolahraga santai di luar 1 hari seminggu bersama para tetangga, selebihnya saya memilih di rumah saja!

Foto credit: puregym.com

You May Also Like