AES002 Dokter bukan pegawai Bpjs (part 2)
mobay
Friday November 15 2024, 12:32 PM

Padahal Pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan untuk tahun 2025 (cuma) sekitar Rp217,3 triliun. Anggaran ini (cuma) mencapai 6 persen total APBN 2025. Itupun meski mandatory spending atau kewajiban alokasi anggaran untuk kesehatan telah dihapus dalam UU Kesehatan No 17 Tahun 2023...

Nah lho... makin bingung kan mau biayain kesehatan 282.477.584 jiwa orang dari mana uangnya?

Padahal kalo mau "sehat", minimal 20% anggaran negara itu untuk kesehatan katanya... sama dengan anggaran pendidikan kalo mau pinter dan anggaran hankam kalo mau aman...

Oh iya... peran serta masyarakat dan swasta sebetulnya sudah ada sih di JKN berupa iuran...

Tapi... selain proporsi jumlahnya terlalu kecil (untuk meng-cover perawatan), pembayar iuran (yang pasti dibayarkan iurannya) pun paling :

1. 3 jutaan PNS + 400 ribuan P3K

2. 1/3 dari 131 jutaan yang bekerja (ini udah optimis ya...

3. 1/4 dari 40 jutaan pensiunan (sekali lagi ini angka optimis ya, mungkin lebih kecil lagi karena hanya pensiunan PNS yg dipotong...)

3. Sisanya 2/3 dari 231 jutaan yang (mudah2an) inget dan sadar bayar...

Belanja kesehatan berapa? Proyeksi mendekati 700an triliun di tahun 2024....

Sementara itu juga kita adalah negara kedua terendah anggaran kesehatannya di dunia setelah india (3,7% PDB vs 1,1%PDB).

Ketika USA menghabiskan 10.500 US$ per orang per tahun, Indonesia "cuma" 133 US$ per orang per tahun saja.

Intinya adalah mau dibolak-balik gimana ya uangnya nggak ada...

Yang menarik adalah alasan kenapa mandatory spending 5% dihapuskan itu salah satu upaya pemerintah untuk menekan Kemenkes mengurangi kebocoran karena korupsi, menekan BPJS utk lebih efisien, dll...

Eh tapi tahun 2024 malah naik 8% ya....

Mudah2an korupsinya makin kecil yaaaa...

Semangat...!!!✊✊✊🫣

Jaga ER / igd jmn now itu isinya musuhan ma pasen bpjs mandiri… krn mereka merasa bayar n penginnya smua tercover bpjs, bari jeung ngerasa ga pernah dpt wawasan dari bpjs segala sesuatu ttg hak n kewajiban kepesertaannya

Dan tidak ada orang BPJS di RS utk menjelaskan.... seolah2 dokter adalah pegawai BPJS-nya...🫣

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Ruwet...