AES#028 Kena Batunya
Murdeani
Tuesday October 21 2025, 9:54 AM
AES#028 Kena Batunya

Aku suka merasa bahwa di antara aku dan Sony ngga bisa saling mencela. Dari beberapa kejadian, ketika salah satu melakukan itu, gak lama akan ada kejadian serupa yang membuat kami bisa melihat sudut pandang yang kami cela. Salah satu kejadian yang paling gong dan jadi bahan reminder kami adalah saat kami berangkat dari rumah Jakarta hendak ke Bandung. Baru bergerak beberapa meter, tiba-tiba aku tersadar, ponselku tak ada di tas. Ketika aku bilang, Sony malah menggerutu dan menyalahkan aku, “Aduh, kenapa sih ngga dicek dulu tadi sebelum berangkat, kebiasaan deh.” Aku sendiri merasa, “Ya udah sih, kan masih belum jauh juga.”

Karena rumah kami terletak di jalanan komplek dengan taman di tengahnya, saat melewati seberang rumah, Sony pun menurunkan aku agar aku bisa melewati taman dan lari menuju ke rumah. Tak kusangka saat aku mulai berlari, kudengar teriakan Sony, “Moooom… Handphone akuuu!!!” Ternyata di dalam rumah selain aku menemukan ponselku, aku juga menemukan ponselnya Sony lengkap masih terhubung dengan chargernya di stop kontak 🤣

Kejadian lainnya adalah, ketika suatu saat aku mendapati nasi yang dimasak Sony di rice cooker ternyata belum matang-matang karena dia lupa menekan tombol cook. Refleks saja aku cela-cela dia karena keteledorannya. Namun dalam beberapa hari kemudian, dan hari-hari lainnya beberapa kali aku mengalami kejadian serupa. Pertama, aku lupa menekan tombol cook ke bawah. Kedua, aku ingat2 untuk menekan tombol, eh tapi ternyata kabelnya lupa dicolok. Ketiga, aku cek semua: kabel nyolok, tombol ditekan. Eh ternyata kabelnya ngga nyambung ke rice cookernya karena semalam sempat dilepas karena dipakai di teras belakang dan dikembalikan ke dalam. Olalalaa…. Gongnya yang keempat kalinya. Kali ini aku cek semua.. kabel, tombol, ok semua. Setelah kupikir nasi sudah matang, tentu saja aku kaget setengah hidup pas dibuka kok masih berenang berasnya. Ternyata yg kucolok kabel blender 😭😭😭

Everybody makes mistake sometimes. It’s okay. Kadang ketika kita terlalu serius dalam hidup, ingin orang lain seperti yang kita harapkan, ingin mengendalikan hasil seperti apa yang kita inginkan, kita seperti menolak realitas yg nyata apa adanya saat ini. Kita malah melawan arus kehidupan itu sendiri. Padahal semuanya bisa kita senyumin kalau kita sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi itu adalah ekspresi dari aliran kehidupan itu sendiri yang sudah sempurna. Dan mungkin, di situlah lucunya hidup... Ia  terus memantulkan diri kita agar kita tak terlalu serius menjalani peran .❤️

----

Post berikutnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7945/aes029-telur-setengah-matang

Post sebelumnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7934/aes027-menghidupi-kesadaran-sebagai-manusia

Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Lucu banget sih ini ceritanya 😁
You May Also Like