Pertemuan hari ini awalnya dimaksudkan selain bahas kerangka Ngobras secara umum, juga membahas tentang ide Ngobras X KPB karena secara alami beberapa dari kami merasa anak-anak KPB sudah mulai bisa diajak berjalan bersama di ranah kesadaran. Toh yang kami bahas sebenarnya sifatnya universal dan bisa relevan juga bagi usia remaja. Pengalaman yang lalu anak KPB menghadiri kuliah tamu di ITB bertema pendidikan berbasis kesadaran juga menguatkan asumsiku bahwa forum Ngobras juga bisa diikuti oleh anak-anak KPB. Namun setelah banyak mendengar sudut pandang dari kak Leo dan kak Robert, kami menuju simpulan bahwa forum ini tetap lebih baik ditujukan terutama untuk orang tua. Jika ada topik yang dirasa relevan untuk KPB, maka bisa menyampaikan undangan dan biarkan mereka yang membuat keputusan untuk hadir atau tidak.
Lucunya, meskipun judulnya rapat, tetap saja aku sebagai orang tua banyak mendapatkan insight berarti, baik dari yang disampaikan oleh kakak-kakak, maupun respon yang kemudian bergulir dari ortu2 lainnya, berupa pengalaman dan wawasan. Akhirnya forum tadi tetap saja menjadi Ngobras bayangan—setidaknya bagiku. Dan ini semakin menguatkan bahwa sesungguhnya forum Ngobras ini sebenarnya merupakan ruang yang bermanfaat sekali untuk kita bertumbuh sebagai ortu, agar bisa hadir membersamai anak-anak kita di setiap fase dengan lebih utuh. Bukan untuk menjadi orang tua yang sempurna, tapi yang hadir. Yang jujur dengan seapaadanya yang sedang hidup di dirinya, apakah itu kerapuhan, kekuatan, kemarahan, kebahagiaan, kekhawatiran, atau bahkan keinginan untuk mengendalikan. Karena kesalahan dan kejatuhan pun adalah bagian dari kehidupan, bagian dari pertumbuhan.
Ruang Ngobras ini pun tak luput dari pertumbuhan itu. Kita masih meraba-raba bagaimana forum ini mewujud dari niat yang murni menjadi bentuk yang bisa diterima oleh banyak orang tua. Dan tetap saja, dalam proses bertumbuh itu ada kalanya kita menyentuh bagian yang belum sepenuhnya nyaman. Ada momen di mana sudut pandang baru terasa menantang cara kita memahami sesuatu. Tapi mungkin memang begitu bentuk pertumbuhan. Ia ga cuma datang lewat sesuatu yang nyaman dan persetujuan. Kadang ia juga hadir lewat rasa perih kecil yang membuat kita melihat ulang apa yang sedang kita pegang. Kalau kata kak Robert, “biar aja goyang dulu”.
Ketika forum ini membawa napas spiritual, mungkin banyak orang merasa itu ranah yang nggak semua orang familiar. Atau bahkan mungkin ada juga yang merasa bahwa itu tidak sejalan dengan keyakinannya. Ini wajar sih. Walaupun aku bisa katakan, spiritualitas tidak pernah bertentangan dengan agama, aku tetap menghormati batas-batas yang dimiliki orang lain. Menjaga agar forum ini tetap menjadi ruang yang aman bagi semua orang adalah prioritas. Topik tentang kesadaran tidak perlu ditampilkan jadi menu utama, karena di forum ini tentu saja kita tidak belajar tentang teori kesadaran. Tapi tentang menjadi manusia seutuhnya. Ranahnya adalah pengalaman, bukan keyakinan. Dan dari berbagi pengalaman hidup itu, yang tercipta bukan ruang ideologi, melainkan ruang kemanusiaan. Pendengar pun menangkap pengalaman yang diceritakan itu lebih banyak lewat rasa, bukan semata logika. Logika bekerja di permukaan, sedangkan rasa bekerja di kedalaman. Orang bisa berdebat dengan pendapat, tapi mereka jarang menolak pengalaman yang disampaikan dengan jujur. Karena di balik cerita itu, sebenarnya mereka sedang mendengar kisah diri mereka sendiri yang pernah takut, pernah ragu, pernah berharap.
Ketika Gunawan bercerita soal bagaimana ia dan keluarga kecilnya menjaga kesehatan fisik mereka dengan berbahagia, kita bisa saja mendebat secara logika, “Wah nggak mungkin itu, sekalian aja ngga usah ada profesi dokter dan farmasi.” Tapi kan kita tidak menerimanya dengan logika semata, kita menerima rasa yang ia sampaikan. Rasa percaya dengan kebijaksanaan tubuh, rasa aman dengan tubuh sendiri, rasa keterhubungan dengan alam. Semua itu menimbulkan resonansi energi di dalam. Ia tidak meminta kita untuk lantas memutus hubungan dengan dunia medis yang selama ini kita percayai, misalnya. Tidak untuk menyamakan cara dia untuk kita. Kadang kita ga langsung paham seketika saat itu juga. Kadang ada hal-hal yang baru akhirnya kita pahami beberapa waktu kemudian, ketika kita sudah mengalami secara aktual. Tapi diam-diam rasa itu bekerja di kedalaman, menuntun kita semakin dalam, menyelami kedirian kita.
Begitulah yang kurasa dalam setiap forum Ngobras. Sungguh aku banyak belajar dari pengalaman teman-teman. Dan bahkan pertemuan tadi yang judulnya rapat pun bagiku tetap Ngobras. Selalu ada mutiara berharga yang bisa dibawa pulang. Semoga kelak semakin banyak orang tua yang juga bisa mendapat manfaat dari forum Ngobras ini.❤️
Terima kasih atas catatan ngobrasnya Dini. Ini jadi catatan penting buat proses kita bersama di Rumah Belajar ini. 🙏🏼🤗🌱
Sami-sami kak... Kita semua sama2 berproses di sini