SMA merupakan saat dari perjalanan hidupku yang banyak merubah diriku. Jujur aku sendiri merasa ada banyak perubahan yang ada dalam diriku semenjak SMA, semenjak berkegiatan di KPB, semenjak menjadi aktif di berbagai kegiatan baik kegiatan kerelawanan, organisasi maupun mengembangkan bisnisku. Salah satu karakterku yang berubah mungkin kemampuan berbicaraku. Mungkin kalau ada yang kenal aku dari kecil, aku merupakan seorang anak yang sangat pemalu dan pendiam, kalau tidak perlu berbicara aku akan diam saja, bahkan cenderung memendam semuanya sendiri.
Namun di KPB ini, aku merasa banyak ditantang untuk bisa keluar dari zona nyamanku dan melawan semua ketakutanku, sampai akhirnya ya aku jadi seperti sekarang ini. Selain secara karakter, aku juga mulai sadar akan kesehatanku SMA ini. Saat K10 aku mulai melakukan pola hidup sehat. Sebetulnya dari SMP sudah ada kesadaran tapi belum bisa konsisten, sedangkan di SMA ini sudah bisa konsisten karena jadwal sekolah di KPB ini fleksibel sehingga bisa aku sesuaikan dengan jadwalku.
Saat kelas 10, aku mulai rutin olahraga dan aku melakukan 'diet'. Dari dulu selalu dilarang oleh kedua orangtuaku untuk diet, namun karena rasa ingin tahuku dan pemikiranku bahwa orang yang ideal adalah yang kurus dan tinggi akhirnya aku nekat DIET. Yang awalnya aku pikir baik-baik saja, ternyata mulai berdampak buruk pada diriku. Jadi dari dulu aku memang punya darah rendah, jadi ga bisa makan terlalu sedikit, atau terlambat, jadi kalau gitu suka pusing atau blackout saat bangun dari duduk.
Namun karena keinginanku untuk memiliki badan 'ideal' aku nekat diet, dengan makan hanya sedikit dan sama sekali tidak memasukkan jadwal nyemil. Hal itu terus aku lakukan sampai akhirnya waktu itu karena makan terlalu sedikit, aku mulai sering ngantuk. Orang-orang disekitarku sering menyebutkan "kamu kurang makan tuh, jadi ngantuk dan sering ga konek kalau diajak ngomong". Namun aku masih tidak percaya, mungkin saja aku memang mengantuk atau memang sedang lelah makanya tidak konek saat diajak berbicara. Aku terus makan sedikit, olahraga minimal 1 jam.
Memang badanku jadi kurus, namun secara mental aku tidak sehat (karena melawan keinginan dan terus menerus berpikiran bahwa harus mengkonsumsi makanan sehat saja), aku juga jadi tidak bisa banyak berkegiatan dan mengobrol dengan orang karena mudah lelah. Pokoknya badanku jadi tidak sehat, hanya terlihat kurus supaya 'ideal' menurut diriku namun lelah mental dan tidak nyaman dengan diri sendiri.
Orang-orang tidak hanya keluargaku juga mulai bertanya "kamu sakit Ta?" "Kamu jangan kurus-kurus ih" dan lain sebagainya. Dulu aku pikir ,mendapat kata-kata itu akan sangat menyenangkan karen amereka mengapresiasi, ternyata? Tidak. Yang dulu aku abaikan, aku jadi kembali melihat, apakah benar aku seperti itu? Aku terlalu keras dengan diriku sendiri, bahkan dengan orang lain aku tidak tega melakukan hal itu, namun aku melakukannya pada diriku sendiri. Mulai saat itu aku mencoba untuk melonggarkan sedikit peraturan yang aku buat, berolahraga bukan karena keharusan namun karena kesadaran diri, boleh mengkonsumsi makanan yang tidak sehat sesekali dan mendengarkan tubuh, bukan memaksa tubuh untuk mencapai sesuatu yang ideal. Karena ideal setiap orang itu berbeda-beda, berdasarkan tingginya berdasarkan keturunan dan lain sebagainya.
Dari pengalamanku ini, aku belajar untuk lebih mendengarkan tubuh, tidak memaksakan apa yang memang tidak sesuai dengan tubuh kita karena setiap tubuh kita itu unik. Belajar untuk lebih terkoneksi dengan tubuh dan menikmati kehidupan, tidak terlalu keras dengan diri kita. Aku juga jadi belajar banyak mengenai pola hidup sehat dari pengalamanku sendiri, karena aku tidak ingin hal itu terjadi lagi padaku. Bukan mencari validasi dari orang lain tapi dari diri sendiri.
Untungnya sekarang aku sudah tidak terjebak dalam pola hidup sehat yang toxic itu, dan semoga kedepannya aku tidak kembali lagi dalam perangkap pola hidup sehat dan validasi orang.