Menyalahkan orang lain adalah jalan yang paling mudah dan paling memuaskan. Tentu lebih mudah menyalahkan orang lain daripada introspeksi diri. Ngapain musti susah-susah mikir dan refleksi kesalahan kita dimana kalau ada yang mudah, menyalahkan orang lain kurang ini, orang lain kurang itu. Dan pastinya ada kepuasan sendiri ketika bisa menyalahkan orang lain, merasa diri selalu benar.
Udah besar, masih aja minta disuapin. Ternyata benar ya umur tidak menentukan kedewasaan seseorang. Umur sudah sampai kepala 2, badan besar, tapi kelakukan masih seperti anak kecil. Maunya disuapin aja, ditanya aja kabarnya gimana? butuh bantuan ga? Sedekat-dekatnya kita, akupun tetap memiliki kehidupan sendiri, yang tidak semuanya untuk kamu. Banyak urusan yang perlu dikerjakan, tidak semua waktu dan tenagaku untuk kamu.
Dan seringkali orang salah kaprah akan suatu hal, mendengar hanya dari pihak sebelah tanpa mendengar sisi satunya. Mendengar gosip tentunya menyenangkan, apalagi kita bisa ikut menyalahkan pihak sana. Tapi apakah mereka tahu apa yang dialami pihak sana? Apakah mereka tau kisah sebetulnya seperti apa? Kemudian sok-sokan memberitahu pihak sebelah untuk memberikan klarifikasi. Lah?
Kalau memang ga tau, lebih baik diam, daripada menyalahkan orang yang benar dan membenarkan orang yang salah. Ga enak kan dicap 'bodoh'?