AES47 nari
nathania
Friday October 1 2021, 6:38 AM
AES47 nari

Setiap ku lomba nari, aku selalu tenang dan tidak terlalu heboh dengan kata “Lomba”, karena kalau aku ikut heboh, rasanya semakin gugup, dan takut- takut kalau makin gugup nanti banyak yang salah, makannya aku memilih untuk tenang dan menganggap ini hanya seperti latihan di atas panggung. Walaupun tetap saja saat di atas panggung gugupnya pasti mulai muncul. Saat di ruang rias, kami masih bisa bercanda saat di dadani, masih bisa makan dengan lahap, nonton youtube bareng, ngobrol, tapi sudah di backstage ngobrol bahkan minum saja sudah tidak nafsu.

Saat awal-awal aku lomba nari aku tidak pernah menang, saat itu  kelas 2-6 SD aku belumpernah menang. Makannya aku dan teman-teman ku ynag lain bahkan, fokus kami nari itu mengembangkan kemampuan narinya. Jadi pasti tidak akan langsung sekali menang. Aku dan teman-teman ku baru menang saat kami sudah menginjak di kelas 2 SMP. Saat itu aku dan salah dua temanku dulu yang masuk final. Mungkin karena pertama kali masuk final, kami jadi sangat guup, karena berarti lawannya lebih sengit.

Bahkan dulu saat awal-awal mulai nari dan tidak pernah menang, kami biasa-biasa saja. tidak seperti yang dari sanggar lain, yang kelihatannya sangat sedih dan kecewa. Malahan kami masih bisa ketawa- ketiwi di area lomba, saat yang lain serius.

Semakin kesini kami Alhamdulillah, makin berkembang dan menang. Memang berbeda rasanya saat masih awal-awal mulai menari menampilkan tarian di lomba atau pentas, dengan sekarang-sekarang. Fokus kami sudah berbeda karena mungkin hampir semua sudah pernah menang, jadi rasa candu dari kemenangan itu tertanam didiri kami. Sungguh, rasa candu akan kemenangan itu tidak begitu menyenangkan menurutku, karena rasa bersenang-senang yang dirasakan dulu jadi makin berkurang. Tapi jadinya kami tampil lebih maksimal dan makin berkembang kemampuan kami dalam menari.

You May Also Like