Semua orang pasti pernah berasumsi, ada yang asumsinya benar dan ada juga yang asumsinya malah salah. Asumsi sendiri menurut KBBI adalah, asumsi/asum·si/ n1 dugaan yang diterima sebagai dasar; 2 landasan berpikir karena dianggap benar. Sedangkan asumsi yang sering ku lakukan tidak berdasar, karena aku asal ceplos tanpa dipikir terlebih dahulu.
Asumsi juga sering membuat terjadinya konflik. banyak konflik atau salah paham yang sering muncul di kelas ku karena asumsi, malah hamper semuanya karena asumsi. Sulit untuk menghilangkan asumsi didalam diri, tapi cara ku agar tidak berasumsi lagi adalah memikirkan kembali si asumsian itu sebelum aku lontarkan. Apakah asumsi ku benar, atau salah. Apakah asumsiku dapat menjadi solusi dari masalah atau tidak. Nah kesadaranku untuk memikirkan kembalinya itu yang kadang sering lupa, kalau ingat pun kadang jadi malu sendiri karena ternyata asmusi ku tidak tepat. Malahan asumsi ynag ku buat sering tidak benar, jadi aku sedang berusaha untuk tidak berasumsi lagi.
Kadang aku gemas juga dengan teman-teman yang sudah tahu itu asumsi, tapi malah tetap dilakukan. Kalau solusiku dalam masalah kelompok, biasanya aku bertanya lagi ke teman-teman, sebelum tanya ke kakak kalau teman-teman lupa atau tidak tahu. Agar memastikan kalau itu tidak asumsi dan tidak jadi permasalahan baru yang muncul. Masih banyak teman-teman ku ynag menggunakan asumsi, ingin sekali aku bilang “Makanny atanya dulu dong!” , atau “Makannya lihat jadwal!” . Aku bingung ke teman-teman padahal tanya saja tidak apa-apa, toh tidak membuat kita jadi terlihat bodoh karena suka bertanya. Walaupun aku awalnya juga tidak suka bertanya dengan asumsi ku ini, dan berakhir jadi kesalahan, sekarang aku memutuskan untuk mengecek Kembali asumsiku, kemudian kalau masih belum puas dengan jawabannya aku bertanya.