Duh capek …
Ingin sekali rasanya istirahat dan selalu liburan. Tapi ya mana mungkin aku kan masih jadi anak yang berkewajiban untuk sekolah. Setiap aku merasa lelah saat berkegiatan, pekerjaan ku malah jadi tertunda. Aku malah jadi leha-leha untuk mengembalikan energi ku, tapi waktu untuk kembali semangat lagi tidak sebentar. Makannya waktu bekerjaku jadi terbuang karena lelah ini. Mau di paksa pun sulit, malah jadi tidak maksimal saat ku bekerjanya.
Disini siapa sih yang gak pernah ngerasa capek?
Semua pasti mengalaminya. Dari capek yang bisa di obati dengan tidur, sampai dengan capek yang gak ilang-ilang, harus menggunakan cara lain. Oleh karena rasa capek itu berbeda-beda, jadi kita harus tahu cara menanganinya, karena “ beda tipe beda penanganan “.
Agar tahu cara menanganinya, disini ku beri tahu tipe-tipenya.
Nah capek yang ini, berhubungan dengan fisik. Beragam penyebabnya, dari otot tegang setelah berolahraga, pola makan kurang baik, atau pola tidur kurang baik. Cara untuk menanganinya adalah istirahat, perbaiki pola makan, pola tidur, dan tubuh itu ada batasnya jadi kita harus memperhatikan batasnya itu agar lelah fisik tidak makin parah.
Bisa dikenal juga sebagai “ Kelelahan sosial/Social exhaustion “. Biasanya rasanya adalah rasa capek karena banyak berinteraksi dengan orang lain. Kelelahan sosial ini bukan berarti tidak menikmati waktu dengan orang-orang sekitar. Cara menanaganinya adalah menjauh dari kerumunan terlebih dahulu.
Tipe capek ini biasanya muncul Ketika alami emosi negative. Cara mengatasinya, hilangkan sumber stress.
Kalau lelah mental ini biasanya mempengaruhi yang lain, jadi lelah emosianal, fisik, dan beberapa perilaku ynag lain juga ngaruh. Jadiny aperforma kerja turun, dan jadi gak jelas sendiri. Cara menanganinya sedikit lebih kompleks dari sebelumnya, jadi cari orang yang ahli dalam bidang Kesehatan mental.