AES151 Sanlat
nathania
Monday April 18 2022, 11:28 AM

Kemarin Jumat 15 - 17 April, aku ikut sanlat (pesantren kilat) di masjid dekat rumah ku. Awalnya sebelum masuk sekolah di semester 2, aku juga ingin ikut namun di berbeda lembaga. Tapi sayangnya waktu yang di selenggarakan tidak sesuai dengan jadwal ynag ku miliki. Akhirnya aku dapat kesempatan lagi untuk ikut, walau beda lembaga yang menyelenggarakannya. 

Saat daftar awalnya, aku di beritahu ibuku. Saat aku lihat ketentuan daftar, sebenarnya 17 tahun keatas, tapi tetap aku coba karena aku ingin ikut. Akhirnya keterima, dan diberitahu kelanjutan keterangannya. Saat aku baca, ternyata 3 hari 2 malam, lalu kegiatanya ada tilawah bareng (mengaji), mendengar materi-materi yang di berikan ustad, sholat bersama-sama, qiamul lail (sholat, mengaji, berdoa, dsb), sahur dan buka bersama. 

Karena dekat rumah, jadi aku bisa lebih santai untuk persiapannya. Saat perkenalan di awal kegiatan, banyaknya yang ikut pesantren ini yang sudah kuliah dan bekerja. Untuk yang seumuran ku hanya sedikit, hanya 5 orang, itu pun banyakny alaki-laki. Namun karna ini konteksnya pesantren dan di masjid, jadi aku tidak bisa, bahkan tidak di perbolehkan untuk kenalan dan mengobrol dengan yang laki-laki. Jadi aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama yang perempuan. 

Senang, sedihnya saat ikut sanlat ini pasti ada. Untuk senangnya, aku bisa belajar banyak hal baru tentang agama ku, karena di sekolah tidak belajar tentnag agama, dan di rumah aku biasanya hanya mengaji saja. Kemudian sedihnya badan jadi kurang fit, karena kurang tidur yang biasanya tidur setelah sahur, jadi hanya tidur pukul 22.30 - 02.00. Lalu badan jadi pegal-pegal, karena aku tidak terbiasa duduk lama berjam-jam, namun saat sanlat aku harus banyak duduk lama untuk mendengarkan ceramah (materi tentang agama). jadi daya tahan tubuh ku harus lebih diasah lagi.