Hari ini adalah hari keduaku di Gambung, hariku dimulai dengan sangat bersemangat. Dengan melakukan kewajibanku, aku memasang alarm di pukul 05.00 untuk shalat subuh. Setelah itu aku bingung, lebih baik aku mandi atau tidak, karena aku berpikir kalau aku akan sangat berkeringat hari ini, namun aku sangat kedinginan tadi. Tapi setelah aku berpikir lagi, dan mengingat kegiatanku kemudian membandingkan lebih baik mandi atau tidak. Setelah melawan rasa, malasku aku akhrinya memilih untuk mandi saja.
Setelah itu aku coba untuk membangunkan teman-teman yang lain, mengingat kegiatan dimulai jam 06.00, namun mereka belum ada yang keluar dari kamar. Kegiatan hari ini ada pergi ke kebun kopi, dan gladi resik. Sebelum berkegiatan tentu saja kami sarapan dengan roti selai, karena aku merasa tidak akan cukup, ku tambah dengan meminum susu yang ku bawa dari perbekalanku. Saat akan pergi ke kebun kopi, kami disuruh untuk pilih, mau ikut nanti dengan koperasi ke kebun kopi koperasi yang jaraknya jauh, atau ke kebun Pak Anwar (yang mengantar ke kebun kopi) tapi berangkat langsung tanpa menunggu koperasi dan kawan-kawan datang.
Sebenarnya akua gak kesal karena teman-teman yang lain bersiapnya lama, padahal sudah diminta untuk cepat-cepat karena sudah ditunggu. Akhirnya aku duluan Bersama Kak Mel dan adiknya Pak Anwar, dan meninggalkan teman-teman yang lainnya. Saat mulai perjalanan, adik Pak Anwar bilang kalau akan menempuh jarak selama 01.30 menit, disitu aku kaget, karena aku belumpernah berjalan selama itu, dan aku tidak yakin dengan staminaku. Jadi aku coba untuk menyesuaikan tempo jalan ku dengan adiknya Pak Anwar. Hal itu pun menguntungakan ku, karena aku bisa membuat energi yang ku keluarkan stabil, dan tidak lelah duluan. Dari situ juga aku bisa menyisakan staminaku untuk nanti saat aku memetik kopi.
Saat memetic kopi, sulit tidak sulit. Diawal aku harus terbiasa terebih dahulu dan tahu cara memetic yang benar, kemudian baru bisa. Sebenarnya, aku terus-menerus kesulitan saat memetik buah kopi. Harusnya jangan ada batang yang terbawa, namun aku kebanyakan malah terbawa batangnya. Itu dikarenakan nanti dari batang yang sama akan tumbuh kopi lagi. Ternyata tidak hanya aku saja yang kesulitan dan batangnya terbawa, tapi teman-teman yang lainnya juga. Saat memetik, ada bagian yang tidak tergapai, jadi harus naik ke atas tanahnya. Sering kali aku terpeleset karena tanah yang tidak padat, kemudian tidak rata juga. Lama-kelamaan, hasil petikanku banyak, tas yang kubawa dari saungnya adik Pak Anwar, yang biasa dipakai untuk beristirahat, sudah penuh.
Kami pun punya ide untuk digabungkan bersama hasil panennya. Ditengah-tengah bekerja, koperasi pun datang. Mereka mengajak untuk ikut ke kebunnya koperasi, namun setelah kami pikir, kami punya tugas untuk bekerja sampai tuntas, dan jika dipikir kalau kami ikut ke sana jaraknya jauh, dan belum tentu kami bisa memetic kopi dengan menikmati seperti saat ini. Setelah selesai, kami berpamitan dan kembali ke PPM. Dijalan kami sempat tersesat, karena kami malah terus jalan tanpa mengingat rute berangkat. Untungnya kami mengikuti feeling, lihat google maps, dan tanya ke orang untuk jalannya. Kemudian kami malah di terjang hujan, hannya Haegen yang tidak membawa payung/jas hujan.
Setelah keluar dari hutan, tiba-tiba panas sekali. Berbeda saat berada di tengah hutan ynag hujan. Walau begitu kami bisa kembali dengan selamat, lanjut istirahat, dan gladi resik untuk workshop besok. Sedihnya hanya satu orang yang bisa hadir, yaitu Lala yang sering datang ke PPM Pak Vinan. Walaupun begitu kami tetap melaksanakan workshop.
Setelah itu kami beristirahat. Untuk hari ini, kami fisik dan mentalnya teruji. Kami harus sabar menhadapinya.