Masih tentang kemeriahan Festival Literasi. Mau sedikit berbagi tentang keseruan di hari keduanya. Ya, hari pertama penuh dengan suka cita menyambut dongeng dan loka karya bersama para narasumber. Jumat lalu, masih sama langit mendung dan hujan yang turun mulai gerimis hingga hujan cukup lebat. Jabawaskita kali ini areanya jadi sangat terbatas. Pendopo, Longpus dan lorong kelas lah yang jadi tempat membaca. Ada yang masih cukup leluasa ada juga yang tampak berdesakan. Udara yang dingin tak menyurutkan semangat mereka untuk membaca. Setelah lonceng berbunyi, sebagian teman-teman kembali ke kelas dan ada yang tetap melanjutkan Jabawaskita.
Pukul 08.30 melihat beberapa rekan orang tua menggelar tikar dan membawa dus untuk menata buku-buku. Wah, sungguh pemandangan langka yang selalu aku nantikan. Saat coba mengintip, hati tergerak untuk turut membantu menata dan membereskan buku-buku yang ada di sana. Aku coba menata 'Buku Tak Bertoken' alias gratisssss.. boleh diambil siapapun tanpa menukar tokennya. Isinya ada majalah, buku latihan matematika, komik, buku aktivitas, buku kumpulan stiker, kumpulan foto, buku-buku yg spesifik tentang agama, dan beberapa buku mewarnai.
Ribuan buku tersaji di lantai Pendopo. Sungguh ajaib dan memanjakan mata!
Setelah semua ditata rapi, waktu Situ Bucang pun semakin mendekat. Beberapa orang tua mulai bersiap. Ada yang berjaga di tempat penukaran token, ada yang siap jadi MC, ada yg bantu dokumentasi dan ada yang bersiap mengarahkan teman-teman menuju ke lapak sesuai jenjang.
Melihat binar mata teman-teman kecil saat mengamati buku-buku yang tersaji itu sangat menakjubkan. Terlebih mereka coba melepaskan atau merelakan buku-buku miliknya untuk ditukar dengan buku yang ada di sana. "Kak, aku mau yang ini! Ini sepertinya bagus." , "Asyik aku punya buku baru yang ternyata itu punya temen kelasku.", "Bukunya udah tua tapi ini ceritanya aku suka." celotehan mereka kala menemukan buku yang diincar. Tapi ada yang menarik juga. "Levine seneng banget! Ini buku kesayangan Levine." Ternyata dia memang belum benar-benar rela melepaskan buku kesayangannya. Di momen itu, dia kembali mengambil bukunya seraya berseru "Levine akan jaga baik-baik buku ini! Untung belum diambil sama orang lain."
Anakku, Ayra SD1 pun mengungkap rasa senangnya di hari Jumat lalu. Bisa membawa pulang 10 buku milik teman yang ternyata ada beberapa buku yang memang sudah jadi incarannya kalau kami main ke Toga Mas atau Gramedia. Langsung diberi nama di bagian jejak buku. Sebenarnya ada beberapa buku yang ingin aku rekomendasikan saat dia memilih buku apalagi saat melihatnya kebingungan menentukan pilihan, tapi kembali ingat tentang 'anak harus memilih buku yang ingin anak baca' jadi aku biarkan saja.
Terima kasih untuk seluruh panitia! Rekan orang tua yang keren dan luar biasa! Sudah mengawal proses Festival Literasi ini dengan semangat dan membawa banyak kebaikan untuk kita semua yang ikut terlibat didalamnya. Semoga Festival Literasi ke depannya semakin baik dan bisa terus menumbuhkan semangat serta minat baca pada anak-anak.