AES 15 Naluri Sang Beruang
ratrikendra
Sunday September 4 2022, 12:21 AM
AES 15 Naluri Sang Beruang

Malam akhir pekan ini kunikmati bersama Tao Of Pooh. Pertama kali membaca versi bahasa Inggrisnya di Kineruku. Lalu setelah belasan tahun kemudian, akhirnya sampai di tanganku dari toko milik seorang sahabat di Yogya. 

Membaca buku ini seperti disadarkan, lagi dan lagi. Lewat dialog sederhana dengan Pooh, beruang yang tak pernah meminta lebih dari apa yang ia punya, Benjamin Hoff menuturkan fenomena pemikiran yang seakan rumit dalam keseharian, menjadi sesuatu yang sederhana namun mendasar. 

"Kepintaran memiliki berbagai keterbatasan." 

"Kita tidak harus berpura-pura menjadi ahli Filsafat Abstrak, yang mengajukan pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan dan muncul dengan jawaban yang tidak ada maknanya. 

Yang harus kita lakukan adalah mengakui Sifat Dalam dan bekerja dengan Hal-hal Sebagaimana Adanya Mereka. " 

"Sifat Dalam, tidak bisa dibodohi. Namun banyak orang tidak melihat atau mendengarkannya, dan akibatnya tidak mengerti diri mereka sendiri." 

Sudah lama saya mengagumi A.A. Milne dengan kisah Pooh dan teman-temannya. Sungguh tak mudah merangkai cerita sederhana, dengan begitu banyak makna filosofis tersirat di dalamnya. Ia bisa dinikmati sebagai dongeng untuk anak, namun juga bisa menjadi media refleksi mendalam bagi orang dewasa.

Setiap tokoh dalam buku Pooh merepresentasikan kecenderungan sifat khas atau karakteristik manusia, yang seringkali kita jumpai dalam lingkar sosial kita. Ada tokoh yang polos, baik hati, pesimis, bersemangat, pintar, hingga bijaksana. Perbedaan sudut pandang diantara mereka kerap menjadi kelucuan, yang seringkali secara tak sadar kita sedang menertawakan diri sendiri.

Melalui Tao Of Pooh, kita diajak untuk menyelami pendekatan untuk memahami diri dan semesta. Menakar porsi, ada yang bisa dan perlu diubah dalam diri. Namun, ada pula Hal-hal Sebagaimana Adanya Mereka yang bekerja di bawah kekuatan Yang Maha Kuasa. Lupa, kadang kita merasa paling benar, dengan kacamata dan arah pandang yang segitu-gitunya. Mudah-mudahan seiring perjalanan, banyak hal yang disadari dan  bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik, untuk diri dan sekitar. Amin. 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Selalu menikmati tulisan² kak Wiwit. Apalagi kali ini tentang Pooh. Sosok yang sama² saya kagumi. Nuhuun. 🙏🙂
ratrikendra
@ratrikendra   4 years ago
Dengan senang hati, Kak Andy. Nuhunn 😊