Design Thinking, sudah bisa diliat kata-kata tersebut adalah design thinking. Kali ini aku mau sharing seputar design thinking menurut pengalamanku tadi mengikuti kelas semesta design thinking. Kesan-kesan yang aku alami waktu mengikuti kelas ini adalah narasumber cukup friendly terhadap murid dan juga publik speaking nya bagus dalam segi penyampaian materi hingga mempresentasikan ppt dengan sangat detail. Jadi berdasarkan tadi aku mengikuti kelas semesta aku mendapat istilahnya cantelan. Informasi tersebut berupa rangkuman poitn-point penting dari informasi yang aku dapatkan melalu PPT.
Design thinking merupakan suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati terhadap permasalahan dan masalah yang berpusat pada diri manusia. Hal ini meliputi proses-proses seperti analisis sebuah konteks, penemuan dan pembagian masalah, pembuatan ide dan solusi, berpikir kreatif, membuat sketsa dan menggambar, membuat model dan membuat prototipe, menguji dan mengevaluasi.
Didesign thinking ini sendiri ternyata mempunyai beberapa versi yang saya dapatkan dari ppt tersebut, ialah, 1. Design thinking, Critical thinking, System thinking. Tahap berfikir tersbut juga ialah:
1. Inspirasi
Secara umum, proses inovasi design thinking dimulai dengan fase inspirasional: memahami masalah yang dihadapi pelanggan. Langkah pertama dari metode Design Thinking adalah membawa kita ke posisi kita saat ini. Temukan wawasan dari situasi di sekitar Anda, orang-orang di dalamnya, masalah mereka, dan lainnya untuk membantu Anda menemukan solusi terbaik bagi mereka. Untuk mengetahuinya, mulailah dengan empati.
Empati adalah dasar dari Design Thinking. Sebagai "pemikir desain", kita harus mampu memahami semua perasaan, pikiran, keluhan, harapan, dan kebiasaan orang-orang yang akan menciptakan ide dan solusi. Oleh karena itu, setiap indera, perasaan, dan pikiran harus difokuskan dan difokuskan pada orang tersebut. Istilah dalam bahasa Inggris adalah "menempatkan diri kita pada posisi mereka". Pada tahap ini kita bisa bertanya apa saja, untuk lebih memahaminya.
2. Ideasi
Pada tahap kedua, kita harus membangun banyak ide. Setelah mendapatkan wawasan dan inspirasi, inilah saatnya untuk menemukan solusi Anda. Hasil ini memberi kami bahan untuk menentukan temuan observasi, interaksi, dan pencelupan lapangan. Pada tahap ini kami memperhatikan setiap data dan informasi yang ditemukan. Kemudian, fokuskan kembali pada wawasan, kebutuhan, dan cakupan tantangan yang ada pada orang tersebut.
3. Implementasi
Bangun, ulangi, uji, dan luncurkan untuk menciptakan lebih banyak dampak. Ubah ide Anda menjadi kenyataan dengan membuat prototipe atau prototipe. Pada tahap ini, fokuslah pada ide yang paling mungkin dan ide terbaik untuk prototipe yang akan dibuat. Prototipe dapat dalam bentuk apa pun, dari hal-hal sederhana seperti gambar di selembar kertas, atau arsitek bangunan bergaya sketsa, atau prototipe program atau aplikasi komputer yang lebih canggih.
4. Empati
Empati Merupakan suatu perasaan.
Halo Zocky, untuk butir terakhir nomer 4 kok kayaknya belum tuntas ya penjelasannya?