Tepat 14 hari kami tinggal di tempat yang jauh dari rumah. Sejauh perjalanan 36 jam menggunakan kereta, saat punggung kami tidak bisa diluruskan, diserang nyamuk ketika tidur memeluk carrier, juga kena prank pengemudi bus.
Selama perjalan 36 jam itu, kami masih belum tahu apa saja yang akan kami lakukan di tempat kami akan tinggal nanti. Kami hanya berbekal tujuan dan prinsip dari arti penjelajahan itu sendiri “bepergian ke mana-mana untuk menyelidiki dan sebagainya”.
Penjelajahan hanya akan terjadi bila seseorang benar-benar menghayati dirinya sebagai seorang penjelajah. Itulah yang sedang kami usahakan di tempat yang jauh dari rumah ini. Setiap hari kami hayati dengan penuh kesadaran, setiap momennya kami abadikan dalam sebuah jurnal, melewati hari dengan termenung untuk berkomunikasi dengan diri.
Selama 14 hari ini banyak hal yang telah kami lewati, salah satunya rutin yoga sambil mengantarkan sang mentari kembali ke peraduannya. Ada juga saat kami yoga sambil menyambut mentari itu hadir menyapa dunia.
Kami juga coba menyambangi beberapa tempat bersejarah di kota ini, lalu tempat kain tenun dimana mereka menenun setiap helai kainnya dengan tangan. Cerita-cerita ini akan coba kami sampaikan di WIP 2 penjelajahan, siapapun yang penasaran dengan cerita kami bisa ikut bergabung, lalu mari saling meresonansi rasa.
Kalimat pertama, paragraf ke tiga-nya jos banget kak Gina. 🏼😊