Perjalanan selama 2 jam bisa membawaku ke mana saja, salah satunya rumah tanteku. Sebenarnya ini bukan rumah utamanya, tapi sejak pandemi tanteku pindah dulu ke sini karena tempatnya tidak ramai dan lebih aman. Rumahnya ini biasanya keluargaku sebut sebagai Kebun. Jadi kalau ada perkataan “mau ke Kebun nggak?” artinya datang ke sini. Karena lokasinya dekat dengan pepohonan yang rimbun makanya disebut kebun. Dibilang hutan bukan, tapi dibilang tanah kosong juga bukan. Tempatnya seperti hutan tapi pepohonannya tidak sebanyak hutan. Lebih banyak jenis pohon yang daunnya tidak terlalu rimbun.
Lingkungan tempat tinggalnya ini dibagi menjadi beberapa bagian. Ada satu rumah utama dan satu kamar yang terpisah. Di antara rumah dan kamar itu ada dapur tempat biasanya kami berkumpul karena tempatnya terbuka, dan kolam kecil yang bisa dipakai berenang (tapi sekali meluncur langsung nabrak sisi lain). Jalan sedikit ke bawah dari depan rumah, ada kolam ikan yang bisa dipancing ikannya untuk dikonsumsi. Di dekat kolam ikan ini pun ada kandang angsa.
Jika menginap sekitar 2-3 malam, biasanya aku memancing di kolam itu untuk nanti kita makan bersama. Satu hal yang aneh adalah, ikan-ikan ini biasanya hanya mau dipancing oleh kami (anggota keluarga). Ketika akan dipancing oleh pekerja yang ada di sini, biasanya hanya dapat sedikit ikan atau tidak sama sekali. Satu hal yang menarik adalah di kolam ikan ini ada ikan lele yang saking lamanya tidak terpancing akhirnya menjadi sangat besar. Karena sudah besar tenaga ikan itu menjadi semakin kuat, yang akhirnya membuat banyak korban tali pancingan putus. Satu hal yang asik adalah kami pernah mendapatkan satu ikan lele dari 3 lele besar yang ada. Panjangnya sekitar 70 cm dan akhirnya kami asap. Setelah diasap, rasanya sama sekali tidak seperti lele namun rasanya enak.
Menjelang malam langit di sini termasuk cukup jernih. Jika beruntung dan tidak berawan, bintang dan bulannya akan terlihat jelas. Namun bintangnya tidak yang banyak sekali hingga menutupi sebagian besar langit.
Inilah salah satu tempat favoritku, apalagi aku bisa bertemu keluargaku yang lain dan mengobrol, bercanda, serta berkegiatan bersama.