AES560 Menjahit Harapan untuk Bumi Kita
Andy Sutioso
Sunday August 20 2023, 3:25 PM
AES560 Menjahit Harapan untuk Bumi Kita

Saya ingin menyoroti satu bagian dari berbagai rangkaian kegiatan Selametan Merayakan Kehidupan yang kita laksanakan bersama di hari Sabtu lalu, 19 Agustus 2023. Kalau ditelusuri, seluruh kegiatan yang dirancang adalah sebuah rangkaian dari beberapa proses dan kegiatan yang dilakukan oleh individu dan kelompok dan akhirnya terkoneksi di puncak acara Selametan keluarga besar Rumah Belajar Semi Palar. Di dalam kegiatan ini, kami berusaha semaksimal mungkin menghadirkan Konsep Pembelajaran Holistik - di mana setiap elemen adalah bagian tidak terpisahkan dari elemen lainnya, semua terkoneksi jadi sesuatu - satu yang tak terpisahkan.  

Jum'at sore saat kakak-kakak kumpul untuk taklimat (briefing) terakhir sebelum tim pendahulu berangkat, saya sempat berucap, saya berharap cuaca besok siang cerah - bahkan panas - saat kita semua melaksanakan upacara penutupan. Belajar dari apa yang dilakukan Sadhguru saat mengajak warga pedesaan di India untuk menanam jutaan pohon di berbagai daerah di selatan India. Ini jadi bagian dari proses kesadaran, lewat pengalaman itu, setelah diajak berpanas-panasan dan kemudian berpindah tempat ke bawah pepohonan, warga pedesaan di sana jadi kemudian menyadari bahwa pepohonan yang tumbuh di sekitar mereka sangat penting untuk menghadirkan kesegaran. Udara yang dihasilkan, naungan kerindangan yang dihadirkan dan bagaimana akar pepohonan juga membantu menyimpankan air di dalam tanah - juga banyak hal lainnya. 

Saat muncul ide dari tim kakak untuk merangkai satu bumi berukuran besar sebagai karya bersama, saya segera membayangkan bahwa ini bisa jadi ide yang keren. Prosesnya bagi saya juga sangat menyentuh, melihat warga smipa - babarengan menjahit - menyatukan lembaran-lembaran kain biru menjadi bumi yang satu. Muncul dalam proses itu kalimat-kalimat yang luar biasa maknanya seperti menjahit harapan dan menjahit masa depan. Spirit yang ingin ditumbuhkan bahwa dalam situasi kerusakan lingkungan - kita perlu bergandengan tangan - dan dengan penuh kesadaran melakukan berbagai hal yang kita bisa untuk kebaikan planet bumi yang terus semakin memprihatinkan kondisinya - bumi kita, rumah kita. 

Mengikuti proses menjahit - menyatukan potongan kain biru bergambarkan bumi kita - sangat-sangat berkesan buat saya. Bagaimana tangan-tangan kita - keluarga besar Semi Palar - orangtua, ayah, ibu, kakak-kakak, bahkan beberapa anak membantu proses ini menjadikan satu bumi, yang kemudian jadi titik pusat upacara Selametan di hari Sabtu kemarin. Proses ini dikerjakan bersama di bawah teriknya mentari menjelang tengah hari - sampai tuntas. Saya yang mendamping proses dari awal hingga akhir - merasakan kerasnya sinar mentari yang menerpa - tapi tidak menyurutkan semangat kita bersama menuntaskan karya bersama ini. Sungguh sesuatu yang sangat perlu diapresiasi - dan disyukuri. Karenanya saya secara khusus menulis tentang hal ini. 

IMG_0079.JPG

IMG_0075.JPG

IMG_0066.JPG

IMG_0090.JPG

IMG_8188.JPG

Ada satu website yang namanya oneearth.org. Saya belajar banyak dari situs web tersebut. Nama situs web itu sendiri menarik, karena menggaris-bawahi bahwa kita ini diberikan satu tempat kita bisa mengalami kehidupan kita. Rico juga sempat menuliskan tentang ini dalam esainya yang berjudul A Pale Blue Dot terinspirasi dari apa yang dituliskan Carl Sagan. 

Bumi kita hanya satu, bumi satu-satunya tempat tinggal kita. Sementara banyak yang pihak yang sedang berupaya melirik planet lain di bagian lain semesta ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merefleksikan secara mendalam, kenapa Tuhan menempatkan kita dan segala perjalanan sejarah peradaban di atas muka bumi ini. Planet yang semakin hari rasanya semakin gagal kita jaga dan kita sayangi dengan penuh kesadaran - dan karenanya segalanya semakin rusak - dan ironisnya kembali mengancam kehidupan kita di atasnya. Kalau kita gagal menjaga kelestarian planet bumi, bagaimana mungkin manusia bisa merasa punya hak untuk pindah ke planet lain... dan jangan-jangan juga membuat kesalahan yang sama di planet yang baru.  

Semoga apa yang disimbolisasikan oleh keluarga besar Semi Palar melalui berbagai rangkaian pengalaman dan peristiwa di Selametan yang lalu menjadi sesuatu yang membangunkan kesadaran dan semangat bersama - untuk merayakan kehidupan - dengan cara menyadari dan menyayangi segala bentuk kehidupan yang perlu kita rawat bersama untuk masa depan yang tetap indah untuk kita semua. Salam Smipa.