Belakangan hari ini hujan terus. Cuaca nampaknya jadi salah satu tantangan bulan puasa tahun ini. Bagaimana tidak? sudah hampir dua minggu lebih curah hujan sangat tinggi, dan durasinya pun bisa dari siang sampai malam hari. Untuk aku yang tinggal di pertengahan kota, syukur sekali tidak merasakan dampak dari curah hujan yang tinggi ini. Namun untuk kawan-kawanku yang berada di daerah selatan dan timur, pasti merasakan dampak banjir. Makanya terpikir olehku, kasian juga mereka harus melakukan aktivitas di tengah hujan yang tinggi seperti ini, bahkan ada beberapa air yang jebol ke rumah. Belum lagi pulang kerja, kendaraan-kendaraan pasti mogok karena harus melewati medan banjir. Dan di hari ini pun, hujan turun dari siang, sempat berhenti lalu hujan kembali. Cuaca seperti ini juga kita harus senantiasa menjaga kesehatan, badan pasti jadi sensitif sih aku yakin.
Dan bisa dibilang ini terjadi seperti hal yang biasa tiap tahun, tidak ada tindakan yang solutif dari pemangku kebijakan. Yang paling parah di Bekasi, air kiriman dari Bogor membuat kota Bekasi menjadi banjir, beberapa warga diungsikan, dan kerugian batin serta materil sudah tidak terhitung lagi. Terasa kan? banyaknya pembangunan di daerah atas menjadi salah satu aspek mengapa banjir menjadi lebih parah. Kurangnya lahan serapan membuat air menjadi susah untuk diserap, dan akhirnya terjadi penumpukan, kiriman air diluar kapasitas pun tidak terelakkan.
Yah kita juga tidak bisa selalu menyalahkan alam, toh hujan juga merupakan suatu keberkahan, yang menjadi pr bagi kita sekarang adalah sama-sama sadar, dari hal kecil saja jangan buang sampah sembarangan atau bahkan ke sungai, nah itu jangan. Kita bisa kok mengatasi dampak banjir dengan cara kecil seperti itu, asal bersama-sama saja melakukannya, maka semua akan berjalan sesuai apa yang kita mau.
09 Maret 2025