Mendapatkan identitas untuk diri sendiri itu tidak mudah dan kompleks, apalagi menjadi diri sendiri, apa yang dimaksud dengan hal ini, apakah secara personalita, gaya hidup, hobi, pekerjaan atau “public image”, semuanya adalah unsur-unsur untuk menjadi diri sendiri, mengenali diri sendiri adalah caranya. Mengenali diri sendiri adalah sebuah tahap yang dialami selama seluruh hidup, mau dari masa kecil, remaja atau saat dewasa, dari masa kecil kita dilatih untuk mencontoh orangtua, sampai remaja, dimana kita mulai mengeksplorasi lingkungan sekitar, melakukan dan mencoba berbagai kegiatan, sampai menemukan apa yang kita sukai, sama juga dengan sifat dan perasaan, keduanya sudah ada sejak kecil, tapi kita tidak memiliki kapasitas otak yang sama dengan seorang remaja atau orang dewasa. Dengan mengikuti dan mengalami masa pertumbuhan diri ke dewasa, kita akan mulai mengenali diri sendiri, perubahan dari sifat, gaya pakaian, pekerjaan atau dari sisi hobi, beberapa aspek ini sudah termasuk bagian menjadi diri sendiri, tetapi semuanya ditemukan dari keinginan diri sendiri, berbeda dengan mengikuti gaya orang lain, untuk cara memastikannya yaitu bisa dari teman-teman atau orangtua, melihat perbedaan dari sifat dan karateristik bisa dilihat langsung oleh orang-orang terdekat kita, terutamanya yang paling mengenal kita yaitu orangtua, tetapi ada juga kasus dimana orangtua kurang mengenali anaknya sendiri.
Eksplorasi adalah cara yang terbaik untuk mengenali diri sendiri, sama juga dengan gaya hidup, unsur ini sangat terinfluens oleh ajaran orangtua, lingkungan hidup di rumah dan sekolah. Kenapa saya menanggap eksplorasi adalah jalan terbaik untuk mengenali diri sendiri, dari pengalaman, menjadi diri sendiri adalah pertanyaan yang sebenarnya kurang saya pertanyakan, melainkan saya menemukan jawabannya sesaat saya mulai menggambar, menemukan hobi atau kegiatan yang paling kita sukai. Menggambar adalah sebuah kegiatan yang membantu mengekspresikan diri saya, dengan melihat hasil gambarnya, dapat dilihat seperti apakah orangnya, bagi saya sendiri menggambar adalah sebuah landasan untuk mengenal diri saya sendiri, contoh kasusnya yaitu, masuk dalam dunia menggambar bisa melibatkan banyak konflik dan momen-momen yang menekan pikiran dan perasaan, sehingga membuat saya respon dengan gaya atau cara tertentu, contohnya saat mau menggambar komik saya sempat takut, panik dan termotivasi.
Melihat cara respon diri saya, dapat membuka pikiran, jadi lebih paham dan sadar dengan sifat saya sendiri, sejak ini saya dapat mengenal diri saya sendiri, yaitu seorang seniman digital yang ambisius, penakut, malu dan serius. Hingga hari ini, mengenal diri adalah sebuah hal yang bertahap, munculnya berbagai tantangan dan kegiatan, dapat menghasilkan banyak respon aneh yang tidak pernah saya alami, dengan mudah saya dapat memahami secara perlahan diri sendiri. Sebenarnya untuk mengenal diri, kita memerlukan sebuah figur inspiratif, seseorang yang kita kenali secara sifat dan perilaku, atau bisa dengan melihat dari berbagai gaya orang lain, dengan mengambil ciri khasnya, tetapi kita harus selektif, bijak dalam memilih, karena tidak selalu sifat orang lain itu positif dan cocok bagi kita sendiri dan mengumpulkan berbagai ciri khas orang lain yang kita anggap positif. Jika sudah terkumpul, kita bisa bereksperimen dan mencoba semua ciri khas yang kita kumpulkan, melihat respon dari orang lain, mengamati apakah mereka merasa nyaman, yang paling penting adalah kita harus sadar juga apakah kita nyaman dan merasa yakin dengan ciri khas yang digunakan, karena ini akan menentukan ciri khas diri sendiri, menjadi seseorang yang unik, berbeda dengan orang lain.