Berusaha menulis seharian dalam keadaan lelah itu tidak mudah. Saya berusaha sejak tadi pagi hingga malam masih belum menghasilkan apa-apa. Tapi karena sudah membuat komitmen dan tekad bulat saya belum luntur untuk menulis, maka saya tetap terus berusaha.
2 Minggu terakhir memang saya kelelahan karena pekerjaan cukup berat dengan ekstra beberapa unit yang harus saya ambil alih sementara rekan saya yang biasa bertugas sedang mengambil cuti. Walau sudah beristirahat selama akhir pekan, ternyata kelelahan saya belum lunas juga, padahal sudah ditambah dengan berenang di pagi hari yang biasanya menjadi pemompa semangat.
Membangun kebiasaan memang tidak mudah, terutama di awal. Untuk memulai kadang kita harus mundur maju, sesudah memulai, kita harus terus membangun momentum agar terus bersemangat dan tidak luntur. Ini butuh suatu komitmen yang kuat agar tidak putus di tengah jalan, karena ketika putus di jalan, lalu kehilangan momentum, maka akan sulit lagi memulai. Itu saya alami sendiri ketika saya berusaha berolahraga secara rutin.
Beberapa tahun yang lalu saya membiasakan diri ke Gym. Dimulai beberapa kali seminggu secara bertahap semakin lama frekuensinya semakin sering hingga hampir setiap hari. Sesudah kebiasaan mulai terbangun targetnya bukan lagi frekuensi tapi kualitas dan intensitas olahraganya yang saya tambah. Namanya Gym dengan peralatan yang modern ditambah dengan jam tangan pintar, intensitas dan target olahraga bisa diukur, dari mulai 200-an kalori yang dibakar hingga bisa mencapai di atas 1000! Tidak puas dengan olahraga sendiri, saya bergabung dengan grup olahraga High Intensity Interval Training yang disingkat menjadi HIIT. Ini jenis olahraga yang bukan main menyenangkan dan berat. Di sini saya bisa berolahraga sampai bercucuran air mata karena benar-benar hormon endorphine terpompa. Saya mengikuti olahraga ini berbulan-bulan.
Karena kondisi kesehatan, sekarang olahraga saya sangat jauh berkurang, dan untuk kembali ke kebiasaan seperti dulu sangat sulit. Butuh ketetapan hati dan tekad yang kuat untuk memulai. Karena sudah kehilangan momentum, maka harus mulai lagi dari nol. Dan ini merupakan tantangan yang sangat berat untuk kembali membentuk kebiasaan yang sehat.
Hari ini saya begitu berusaha keras untuk menulis. Berbagai ide sudah saya pikirkan bahkan sudah mulai coret-coret untuk menentukan ide-ide utama yang nantinya akan saya kembangkan. Ditengah jalan karena kelelahan tadi, berbagai ide itu buntu. Yang saya tekankan dalam pikiran adalah, saya tidak mau kebiasaan yang sudah terbentuk dengan baik ini terputus. Sebab seringkali ada semacam excuses, misalnya berkata pada diri sendiri:"ya sudah hari ini libur dulu, besok akan saya lanjutkan", lalu alasan ini diulang ulang, dan kebiasaan menjadi luntur! Itu yang saya alami ketika dulu berolahraga yang kemudian akhirnya bubar. Nah saya tidak mau hal ini terjadi pada kebiasaan saya menulis. Oleh sebab itu saya terus berusaha sepanjang hari.
Salah satu yang mendukung terbentuknya sebuah kebiasaan adalah dukungan dari peer group, dari komunitas. Menulis esai ini sudah memiliki komunitas dan ini bisa menjadi pemicu, apalagi kalau kita saling memberikan semangat jika ada yang terlihat agak kendor. Baiknya komunitas AES ini tidak terlalu besar, jadi memang kalau diamati betul, akan terlihat jika ada yang mulai menurun intensitas menulisnya. Nah ini jadi usulan dari saya bahwa kita diharapkan lebih aktif menyemangati rekan-rekan penulis AES ini.
Yang berikutnya adalah menetapkan goal! Jika kita mempunyai tujuan yang bagus, maka kita tidak akan pernah lelah mempertahankan kebiasaan. Disamping itu tidak ada salahnya memberi diri sendiri semacam reward jika kita berhasil mempertahankan kebiasaan apalagi dalam keadaan kelelahan seperti saya hari ini. Nah karena akhirnya berhasil menulis, saya akan menghadiahi diri sendiri dengan seporsi kecil tiramisu! hahahaha***
One essay away from 150 Joe... Way to Go! Penulis ke tiga AES yang akan mencapai hitungan 150 hari ini. Semangaat! ✊🏼