AES98 Memimpin Diri Sendiri
SamBin
Monday January 17 2022, 2:33 PM

Pemimpin kadangkala sering dihubungkan sebagai sebuah posisi, pekerjaan yang dikenal sulit, memimpin sebuah kelompok, siapa pun yang mendapatkan posisi pemimpin biasanya dikenal dengan keahlian berorganisasinya yang hebat, dapat mengambil tanggung jawab sambil memerintah pengikutnya. Kenyataannya berbeda, pemimpin tidak selalu berhubungan memimpin sebuah kelompok, atau berkaitan dengan seorang sosok pemimpin seperti presiden, untuk melakukan hal atau mendapatkan posisi ini, kita harus mulai memimpin diri sendiri, tanpa “self guidance”, belajar mulai memimpin diri sendiri untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti rutinitas harian, dengan mengkonsistensikan hal tersebut kita dapat melakukan hal-hal yang lebih besar, mengambil target-target besar akan memerlukan waktu dan proses yang sulit, berbeda dengan memulai dari kecil dulu.

Memimpin diri sendiri adalah sebuah hal yang dikenal mempunyai sebuah tanggung jawab, seperti yang saya sebut sebelumnya yaitu rutinitas harian, kenyataannya berbeda, terbagikan ke tanggung jawab diri sendiri, menjaga kesehatan dan pikiran sendiri, memimpin diri untuk menjaga kesehatan, melakukannya dengan konsisten dapat membentuk sebuah kebiasaan baru, membiasakan diri dengan suatu hal yang biasanya kita tahu dan pernah lakukan, tetapi belum dilakukan secara konsisten. Melakukan sebuah kebiasaan baru yang baik tentu diinginkan oleh orang-orang, tetapi saat ditanyakan yang mau untuk melakukan atau memimpin perubahan ini, biasanya orang-orang sudah mulai kabur, karena bukan sebuah kebiasaan, atau hanya menginginkan untuk menikmati perubahannya saja.

Mendapatkan sebuah posisi pemimpin biasanya menggunakan sebuah standar, dan niat dari diri sendiri, banyak orang menganggap posisi ini sulit untuk dilakukan, tetapi sebenarnya semua orang-orang dapat memimpin. Memimpin adalah sebuah tahap untuk mencapai sebuah tujuan, sama pula seperti sebuah proses belajar, belajar untuk mengetahui sebuah informasi, sebuah ilmu pengetahuan, biasanya setelah belajar di sekolah, dari bahan pelajaran matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia, kadang kala orang-orang suka bingung, mau diapakan pengetahuan tersebut. Berkaitan dengan topik ini, hari ini saya belajar terkait sebuah pepatah, mengajarkan tentang apa gunanya mengetahui tanpa menggunakan apa yang diketahui, contohnya bisa diambil dari kata ilmu pengetahuan, pengetahuan adalah bentuk informasi yang diketahui, dan ilmunya berhubungan dengan cara pemaparannya di kehidupan.

Berhubungan dengan topik sebelumnya, saya memiliki keahlian menggambar, dulu saya tahu untuk menggambar, tetapi setelah mencoba untuk melakukannya, dari latihan, menggambar bebas dan mengumpulakan informasi lebih lanjut saya dapat melakukan proses menggambar, menciptakan sebuah karya gambar digital atau tradisional, kesimpulannya, apa kegunaannya pengetahuan tanpa menggunakannya, tidak menggunakannya hanya menyia-nyiakan kesempatan waktu saja, tetapi dengan mencoba menggunakan ilmu tersebut, kita dapat menciptakan sebuah produk, mau fisik atau non fisik.

Kembali ke topik pemimpin, pemimpin biasanya bisa diambil oleh siapa saja, posisi ini terbuka bagi yang dilahirkan sebagai pemimpin, terpaksa untuk menjadi atau pun dipilih oleh sebuah mayoritas. Pernyataan ini seringkali dijadikan pertanyaan bagi banyak orang-orang, jawaban yang benarnya adalah bisa semua faktornya, seorang pemimpin dapat muncul karena sejak dari kecil ia ingin menjadi pemimpin, atau kadang-kadang ada orang yang terdesak untuk mengambil posisi tersebut, dan kadang seorang pemmpin dapat dipilih sebuah kaum mayoritas, atau di sisi lainnya bisa dari berbagai kombinasi faktor-faktor pembentuk seorang pemimpin, tidak selalu satu faktor, kenyataannya semua faktor ini dapat menjadikan seorang pemimpin. Jadi dari kesimpulannya, dari topik ini, seorang pemimpin berawal dari seorang individual yang dapat memimpin dirinya sendiri untuk melakukan hal-hal dalam pengetahuannya, mengaplikasikannya ke dalam kehidupannya sendiri untuk membentuk sebuah kebiasaan kecil, dilakukan secara konsisten, sehingga dapat pindah ke kebiasaan yang lebih besar, sampai mencapai tingkat-tingkat yang lebih sulit.