AES110 The Pain of Marie Colette Pt.9
SamBin
Thursday February 3 2022, 2:18 PM

Mengambil kembali kendali pangkalan adalah proses yang cukup lama, memakan waktu kira-kira 3 jam, dari beberapa usaha pencegahan agar musuh tidak dapat mendapatkan lokasi pangkalan dan mengamankan lokasi tersebut. Seluruh pangkalan diserang karena lokasinya yang bocor, 4 jam lalu musuh mencoba untuk membongkar lokasi rahasia pangkalan tersebut, mencuri data untuk lokasi pangkalannya, dan menjadikan pangkalan tersebut sebagai sebuah jebakan, menjebak setiap divisi Rangers yang dikirim Govs, pasukan yang sebelumnya sudah datang disergap antara dibunuh atau ditangkap dan dijadikan tahanan perang oleh Corvelas. Baru kali ini pangkalan tersebut berhasil direbut oleh pasukan Southland Rangers, semua karena keahlian Marcel sebagai seorang opsir, mengendalikan kekacauan menjadi operasi perebutan yang terkoordinasi dengan rapih dan sukses. Hanya tiga jam pasukan musuh berhasil dikalahkan, tidak ada satu pun pasukan Corvelas yang selamat, tidak satu pun menjadi tahanan untuk bahan interogasi.

Hari ini cukup menegangkan bagi Marie, pengalaman pertama kali Marie melihat orang tewas secara langsung, mau musuh atau pun pasukan dari Southland Rangers, Yang paling membuat Marie trauma saat pasukan Corvelas mulai menyerang tempat dimana Marie dan Marcel berdiri, penyergapan secara dadakan, 4 tentara musuh mulai menembaki posisi mereka, Marie mencoba menembaki musuh, sama seperti Marcel, Marcel berhasil menembak ketiga pasukan musuh, sedangkan Marie secara tidak sadar berhasil menembak musuh secara langsung, jarak tembakannya yang jauh membuat pengalaman ini tidak terlalu menakutkan, dari awal Marie berharap agar ia tidak melihat secara langsung orang tewas, tetapi tiba-tiba seorang tentara menyergap keduanya, menarik Marie dan memukulnya di kepala, Marie untungnya tidak pingsan, ia hanya bisa berbaring di lantai menara pengawas, dan Marcel menembak ke kepala musuh, tewas di hadapan Marie, Marie kaget, melihat darah keluar dari kepala pria yang ditembak Marcel, darah menyiprat ke badan Marie, dan mengenai tangan dan mukanya, pria itu jatuh, kepalanya menghadap ke Marie, matanya masih terfokus melihat Marie, Marie hanya bisa diam dan merasa takut, mulutnya terbuka, tidak bisa teriak, mencoba menahan muntah.